Percaya pada agama Tuhan, tapi menawar firman-Nya
Mengharap keadilan, tapi menyepelekan janji-Nya
Menentang kezaliman, tapi mendekap absurditas
Meyakini Muhammad, tapi menelikung wekasnya
Menanti fajar, tapi menolak surya
berlagak rasional, tapi meliburkan logika
mengaku kritis, tapi menolak aksioma
siap berjuang, tapi tinggalkan arena
Boros teks, tapi pelit makna
Merasa optimis, tapi gamang
Berlagak militan, tapi gagap konsep
Mengaku relijius, tapi benci toleransi
Ejakulasi dalam nalar, tapi gagap dalam wacana
Narsis tanpa riasan, tapi mabuk oleh ortodoksi
Manusia linglung, manusia bingung
Manusia libur nalar, manusia cuti logika
“Manusia Tapi”, Manusia tanpa Mahdi.