MANUSIA TAPI TAK SEPERTI MANUSIA

Agama adalah konsep yang harus bersanding dengan produknya. Agama adalah “apa” dan Muhammad SAW adalah “siapa”nya.

Dia dihadirkan sebagai bukti bahwa agama bila diterapkan siapapun bisa menjadi “manusia”. Memperingati kelahirannya berarti menolak absurditas.

Dia hadir untuk memperkenalkan metode jadi manusia sekaligus prototipenya. Memperingati kelahirannya berarti memperingati kelahiran “manusia”.

Dia basyar (manusia), bahkan dialah “the only basyar” secara ontologis. Lainnya antri dalam gradasinya karena dia basyar yang terwahyukan (yuha). Dia manusia tapi tak seperti manusia.

Dia adalah “sayyidul arab wal ajam” (pemimpin arab dan ajam), karena dia secara keturunan adalah must’arib (keturunan Ibrahim yang dianggap Arab) dan secara sejarah dan sosial adalah Arab. Dia adalah poros.

Dia adalah “The Living Quran”. Ia adalah ejawantah Wahyu. Dialah firman yang dibumikan. Ia adalah harmoni dari Adam, Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa.

News Feed