“MANUSIA TAPI”

Percaya pada agama Tuhan, tapi menawar firman-Nya
Mengharap keadilan, tapi menyepelekan janji-Nya
Menentang kezaliman, tapi mendekap absurditas
Meyakini Muhammad, tapi menelikung wekasnya

Menanti fajar, tapi menolak surya
berlagak rasional, tapi meliburkan logika
mengaku kritis, tapi menolak aksioma
siap berjuang, tapi tinggalkan arena

Boros teks, tapi pelit makna
Merasa optimis, tapi gamang
Berlagak militan, tapi gagap konsep
Mengaku relijius, tapi benci toleransi
Ejakulasi dalam nalar, tapi gagap dalam wacana
Narsis tanpa riasan, tapi mabuk oleh ortodoksi

Manusia linglung, manusia bingung
Manusia libur nalar, manusia cuti logika
“Manusia Tapi”, Manusia tanpa Mahdi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Percaya pada agama Tuhan, tapi menawar firman-Nya…

    seperti buah durian; ada kulit, ada biji, ada daging
    atau ikan; ada sisik, ada daging, ada tulang

    apa kita mau makan durian sekalian kulit & bijinya atau makan ikan dengan sisik & tulangnya???

    temukan jawaban pada diri masing-masing,
    …..karena manusia diberi AKAL & IMAN

News Feed