MASJID SIAPA?

MASJID SIAPA?

Ada dua macam masjid; masjid khusus berupa bangunan khas, dan masjid umum, yaitu area publik yang sah untuk shalat di atasnya.
Bangunan bernama ‘masjid’ harus terbuka bagi siapapun yang hendak shalat dan beribadah, bukan milik seseorang atau kelompok.
Bumi seluruhnya adalah masjid.
Pelaku sujud lebih penting dari tempatnya.
Pembangunan dan renovasi masjid sering kali terkesan dipaksakan dan menambah beban masyarakat juga mengganggu lalu lintas.
Banyaknya masjid bukan indikator meningkatnya kesalehan.
Tak shalat pada waktunya hanya karena tak menemukan ‘masjid’, dan tersedia area publik untuk itu, bisa dianggap sengaja tak shalat.
Bila waktu untuk shalat tersisa sedikit, jangan mencari bangunan bernama masjid karena bumi (kecuali area privat) adalah masjid.
Gedung atau rumah yang dijadikan tempat penyebaran kebencian sektarian bukanlah masjid.
Kemegahan masjid tidak diukur dari semen, lantai dan ornamen tapi dari pesan toleransi dan ukhuwah yang disebarkannya.
Dulu setiap masjid dianggap sebagai ‘rumah kita’. Sekarang seolah rumah bagi yang merasa ‘sudah pasti masuk surga’.
Baca juga:

DAMASKUS JADI QUDS

MEGAHNYA TAKBIR

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed