Mbah Marijan for President

Omong-omong soal calon presiden RI mendatang, sudah ada kelompok yang mengusung ust. Abu bakar Ba’asyir sebagai calon presiden masa depan. Habib Riezek Shihab juga menjadi salah satu kandidat. Selain kedua tokoh itu, ada kira-kira 8 tokoh lagi yang dijagokan. Pertimbangannya: mereka adalah orang-orang yang paling getol menegakkan syariat di Indonesia.

Dalam sebuah negara yang menganut sistem demokrasi, semuanya itu sah-sah saja. Sama sahnya kalau saya mengusulkan Mbah Marijan sebagai calon presiden.

Ada beberapa pertimbangan mengapa saya menjagokan beliau.

Pertama, Mbah Marijan seorang pemberani. Bayangkan, pada gunung yang diperkirakan akan meletus saja beliau tidak takut, apalagi terhadap tekanan Amerika. Jika saja saat sidang DK-PBB tentang nuklir Iran itu Indonesia dibawah kepemimpinan Mbah Marijan, dipastikan Indonesia akan tampil penuh harga diri dan berani mengatakan TIDAK pada resolusi yang disponsori oleh Amerika tersebut. Tapi karena bukan beliau presidennya, maka ABSTAIN pun pemerintah kita tidak berani.

Kedua, Mbah Marijan adalah orang yang sangat dekat dengan alam. Karena kedekatannya itu, beliau sanggup membaca alam. Masih ingat kasus Wedus Gembel, kan?

Mengurus negara yang sering diamuk bencana alam seperti negari kita ini, dibutuhkan seseorang yang benar-benar dekat dengan alam. Alam akan dekat dengan kita jika kita mendekat dengan alam. Penggundulan hutan, penggerusan daerah resapan air, dan penambangan secara semena-mena, akan mengakibatkan banjir (baik banjir air maupun lumpur panas). Dan yakinlah, semuanya ini tidak bisa diatasi dengan tangisan. Apalagi kalau tangisan itu sangat mungkin ditujukan sebagai ‘tebar pesona’. Alam tidak bisa dibohongi dengan air mata buaya.

Ketiga, Mbah Marijan belum pernah menerima dana non budjeter dari Rokhmin D.

Keempat, Mbah Marijan orangnya pluralis dan egaliter. Di negara yang heterogen seperti Indonesia ini, diperlukan seorang pemimpin yang berjiwa pluralis, egaliter dan juga toleran. Diperlukan pemimpin yang bisa menghargai perbedaan. Buktinya, meski sudah berusia lanjut, beliau masih bersedia menjadi bintang iklan untuk sebuah merek minuman suplemen bersama artis-artis muda.

Jadi, Roso-roso!…..Mbah Marijan For President!

(Sumber:bensohib)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 comments

  1. Ana takjub ketika Bensohib akhirnya memutuskan untuk mengikuti perpolitikan nasional. Calon yg dijagokannya juga lumayan unik. Ana sih setuju aja kalo dia jadi presiden, cuman masalahnya ya cuman satu. Nanti kalo Mbah Marijan pidato di depan MPR/DPR pasti bakal diperlukan penerjemah, karena beliau diketahui tidak bisa/kurang lancar berbahasa Indonesia. Apa jadinya kalau pidato nasional yang disiarkan ke seantero nusantara dilakukan dalam bahasa Jawa. Nanti musti ada penerjemahnya. Lebih repot lagi kalau nanti ada menteri si Kabayan, Panglima TNI si Doel, dan wakil-wakil rakyat yang asli suku Dani. Kalau begitu bisnis penerjemah bakalan laris manis tuh…hehe…

  2. salam ustad,,
    mbah marijan jd presiden??
    wah,bisa2 kalo si Mbah sidang, di kaki gunung yang maw meletuch tuh…hehehe
    (waduh,jangan sampe deh) 🙂

  3. kalau mbah marijan yg jd presiden mmmmmmm saya lebih pilih benshohib aja… ini yg ga serius….
    tp kalau saya serius saya calonkan ustad muhsin labib utk jadi presiden..
    BELIAU SATU2NYA ORANG YG MEMILIKI SEJUTA PESONA BUKAN KRN FISIKNYA TAPI KEPINTARANNYA DAN KEBAIKANNYA..CAUSE HE IS THE REAL MENS
    ga seperti ustad2 jaman sekarang yg doyan ngeludruk n OMDO alias omong doang

  4. kalau tuk menjadi presiden nanti dulu …mendingan menjadi mentri bagian peduli rakyat miskin saja….jadi rakyat yg di daerah terpencil tdk mengalami busung lapar and kekurangan gizi…

News Feed