McDonald’s Dirikan Program Doktor

Jaringan restoran cepat-saji, McDonald’s, berencana membuka pendidikan doktoral PhD. Ini merupakan obsesi McDonald’s untuk mendobrak stigma kolot bahwa restoran cepat saji itu hanya bisa menghasilkan tukang masak daging burger dan pelayan berbiaya murah dan berkualitas rendah.

Obsesi ini bisa jadi kenyataan mengingat reputasi McDonald’s di bidang pelatihan tenaga kerja. “Saya benar-benar berpendapat kami harus dapat melakukan segalanya, termasuk suatu hari mengeluarkan gelar doktoral,” ujar kepala divisi sumber daya manusia McDonald’s, David Fairhurst, seperti dikutip harian The Financial Times edisi Senin, 11 Mei 2009.

Namun Fairhurst mengatakan perusahaan itu akan menyempurnakan pelatihan yang sudah ada sebelum membuka pendidikan pascasarjana.

Tahun lalu, McDonald’s menjadi salah satu perusahaan Inggris yang dapat mengeluarkan piagam kualifikasi nasional. Berbekal kewenangan ini, McDonald’s mulai membuka kursus dasar manajemen kerja bergiliran yang setara dengan pendidikan terakreditasi tingkat A.

Kursus itu mengajarkan dinamika interaksi dengan pelanggan, termasuk cara menghadapi pelanggan agresif, dan keamanan saat giliran kerja malam. Topik sensitif lain seperti mendekati pelanggan di depan restoran juga diberikan.

Fairhurst mengatakan pemberian kewenangan mengeluarkan sertifikat telah menjadikan McDonald’s seperti sebuah universitas. “Sekitar 2.500 orang telah mendaftar kursus manajemen kerja bergiliran,” kata dia. “Itu termasuk ratusan lulusan universitas yang telah mengikuti program pelatihan McDonald’s lainnya,” lanjut Fairhurst. (VIVAnews)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. sudah ada alumni waitress McDonald’s yang jadi presiden kok : karzai, presiden afghanistan. nggak heran kalau McDonald’s juga ingin menelurkan PhD.

  2. sudah ada alumni waitress McDonald’s yang jadi presiden kok : karzai, presiden afghanistan. nggak heran kalau McDonald’s juga ingin menelurkan PhD.

News Feed