MEGAHNYA STRUKTUR KEPEMIMPINAN KATOLIK

 
Sebagai peminat kajian sosio-teologi saya, yang beragama Islam, beranggapan bahwa umat Katolik adalah entitas komunal yang solid dan serius beragama serta sukses menampilkan wibawa dan sakralitas ajaran yang dipeluknya meski tersebar ke pelbagai negara dalam aneka bangsa. Hal itu karena mereka diikat oleh sistem kewenangan sentralistik, general dan gradual yang berpasangan secara niscaya dengan sistem kepatuhan sentralistik, general dan gradual.
 
Sistem ini membentuk hierarki. Dalam esensi eklesiologi dari istilah tersebut, “hierarki” berarti “tatanan suci” dari Gereja. Jenjang kewenangan dalam Gereja Katolik cukup panjang yang secara vertikal dianggap sebagai kepanjangan dari kewenangan para rasul dua belas.
 
Struktur kepemimpinan (hirarki) dalam Gereja
Katolik saat ini terdiri dari dewan para Uskup dengan Paus sebagai kepalanya, para imam dan diakon sebagai pembantu uskup.
 
  1. Dewan Para Uskup yang dipimpin oleh Paus
    Dewan para uskup menggantikan dewan para rasul yang berjumlah dua belas. Yang menjadi pimpinan Gereja adalah dewan para uskup. Seseorang diterima menjadi uskup karena diterima ke dalam dewan itu. Itulah tahbisan Uskup. Mengingat sifat kolegial ini, tahbisan uskup selalu dilakukan oleh paling sedikit tiga uskup, sebab tahbisan uskup berarti bahwa seorang anggota baru diterima ke dalam dewan para uskup (LG 21).
  2. Uskup
    Uskup adalah sebuah jabatan suci yang diberikan kepada seseorang yang telah menerima sakramen tahbisan tingkat ketiga. Paus adalah juga seorang uskup (Uskup Roma yang berkedudukan di Vatikan).
    Paus adalah ketua dewan para uskup. Tugas pokok uskup di tempatnya sendiri juga pemersatu bagi seluruh Gereja.Tugas hierarki yang pertama dan utama adalah mempersatukan dan mempertemukan umat.
  3. Imam
    Imam adalah seorang yang ditahbiskan oleh Uskup atau menerima sakramen tahbisan tingkat kedua. Uskup memberikan kepercayaan dan kewenangan (fakultas) kepada para imam untuk bertindak dalam kesatuan dan searah dengan kebijakan uskupnya.
    Sebutan rasul dan imam, mungkin hanya berlaku dalam konteks Indonesia, karena rasul dalam teologi Islam justru berada di puncak posisi kewenangan, sedangkan imam yang juga merupakan kata serapan dari bahasa Arab secara etimologis dalam Islam Syiah justru mirip dengan rasul yang berjumlah dua belas dalam teologi Katolik.
  4. Diakon
    Pada tingkat hirarki yang lebih rendah terdapat para diakon, yang ditumpangi tangan oleh Uskup dan menerima sakramen tahbisan tingkat pertama.
 
Para uskup mempunyai 2 macam pembantu, yaitu pembantu umum (disebut imam) dan pembantu khusus (disebut diakon). Bisa dikatakan juga diakon sebagai “pembantu dengan tugas terbatas”. Jadi diakon juga termasuk ke dalam anggota hirarki.
 
Seorang kardinal adalah seorang uskup yang diberi tugas dan wewenang memilih Paus baru, bila ada seorang Paus yang meninggal. Sejarah awalnya, karena Paus adalah Uskup Roma, maka Paus baru sebetulnya dipilih oleh pastor-pastor kota Roma, khususnya pastor-pastor dari gereja-gereja “utama” (cardinalis).
 
Dewasa ini para kardinal dipilih dan diangkat langsung oleh Paus dari uskup-uskup seluruh dunia. Lama kelamaan para kardinal juga berfungsi sebagai penasihat Paus, bahkan fungsi kardinal menjadi suatu jabatan kehormatan. Sejak abad ke 13 warna pakaian khas adalah merah lembayung.
 
Kardinal bukan jabatan hirarkis dan tidak termasuk struktur hirarkis. Jabatannya sebagai Uskup lah yang merupakan jabatan hirarkis dan masuk dalam struktur hirarki. Para Uskup yang dipilih oleh Paus sebagai Kardinal kemudian membentuk suatu Dewan Kardinal. Jumlah dewan yang berhak memilih Paus dibatasi sebanyak 120 orang dan di bawah usia 80 tahun.
 
 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed