Menabrak Karena “Disuruh Tuhan”

Gila atawa kurang waras. Kesan itulah yang melekat pada diri seorang pengendara truk di kota San Antonio, Amerika Serikat (AS).

Tanpa merasa bersalah, dia menabrak truknya dengan kecepatan sekitar 160 km/jam ke bagian belakang sebuah mobil yang tengah dikendarai seorang perempuan, Jumat dini hari 28 November 2008 waktu setempat. Alasannya, pelaku merasa mendapat mandat dari Tuhan untuk melakukan perbuatan berbahaya tersebut.

Menurut keterangan seorang polisi setempat, pelaku mengaku mendapat bisikan dari Tuhan yang berkata bahwa korban saat itu tidak mengemudikan kendaraannya dengan benar. Maka “dia harus disingkirkan dari jalanan,” kata juru bicara Kepolisian Distrik Bexar, Kyle Coleman, saat menuturkan pengakuan pelaku seperti yang dikutip situs internet surat kabar The San Antonio Express-News.

Masalahnya, pelaku tidak mengungkapkan kepada polisi bagaimana perempuan yang dia tabrak mengendarai mobilnya dengan serampangan. Tabrakan yang terjadi di jalan US Highway 281 tersebut begitu dahsyat sehingga kedua mobil melanggar pembatas jalan dan berhenti di lajur yang berlawanan.

Beruntung, baik pelaku maupun korban hanya menderita luka ringan. Setelah melakukan investigasi, polisi pun menilai bahwa baik pelaku maupun korban tidak dalam keadaan mabuk saat berkendara.

Maka, dengan mengerahkan psikiater, polisi masih menyelidiki motif sebenarnya dari penabrakan tersebut, termasuk menentukan apakah pelaku yang tidak disebutkan namanya tersebut benar-benar kurang waras atau cuma cari-cari alasan. “Yang jelas Tuhan pasti saat itu bersama dengan mereka, karena tabrakan yang dahsyat itu bisa saja berakibat fatal,” kata Coleman. (AP/vivanews Selasa, 2 Desember 2008, 11:57 WIB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed