Mengharukan!!! Menhan AS: Aliansi Barat Terancam

Pepatah ‘sarang laba-laba adalah rumah paling reot” kini berlaku di Barat. Keberlanjutan aliansi di NATO, yang merupakan landasan kebijakan keamanan Amerika Serikat (AS) selama enam dekade, saat ini menjadi taruhan dalam perdebatan tentang bagaimana AS dan Eropa harus berbagi beban dalam memerangi kelompok militan Islam di Afghanistan.

“Kita tidak boleh, tidak dapat, menjadi dua sekutu yang ingin melawan dan yang tidak ingin melawan,” ujar Menteri Pertahanan AS Robert Gates dalam Konferensi Munich tentang Kebijakan Pertahanan, seperti dilansir Associated Press, Minggu (10/2/2008). Isu Afghanistan menjadi topik utama dalam pertemuan ini.

“Jika perbedaan berkembang, dengan seluruh implikasi bagi keamanan kolektif, maka akan dapat secara efektif menghancurkan aliansi,” tambahnya.


Washington kerap terlibat perselisihan dengan sekutunya di NATO dalam 59 tahun belakangan, sejak organisasi itu didirikan untuk menghadapi Uni Soviet. Namun kini perdebatan tentang pentingnya misi di Afghanistan dan bagaimana untuk menyelesaikannya, dikatakan Gates sebagai salah satu kesulitan yang dihadapi.

Isu pokok dalam pidato Gates adalah mengenai kelompok Al Qaeda, baik di Afghanistan maupun di tempat lainnya, yang menurutnya memberikan ancaman bagi Eropa, lebih dari yang disadari warga Eropa.

Setelah menyampaikan pidatonya, Gates menjawab pertanyaan dari peserta yang di antaranya terdiri dari puluhan pejabat militer dan anggota kongres dari Eropa dan AS.

Seorang anggota parlemen Rusia melontarkan pertanyaan untuk pertama kali, dengan menuding AS-lah yang telah menyebabkan adanya ancaman dari Al Qaeda, dengan dukungannya bagi mujahidin saat melawan Uni Soviet pada tahun 1980-an.

Gates membantah pernyataan itu. Namun dia menyatakan penyesalan atas perginya AS dari Afghanistan setelah Uni Soviet meninggalkan tempat itu.

“Ancaman dari Al Qaeda dimulai dengan invasi Uni Soviet terhadap negeri yang berkuasa pada Desember 1979, sebuah negeri yang saat itu tidak merepresentasikan sebuah ancaman terhadap siapapun di dunia,” ujar Gates menanggapi pernyataan dari Rusia itu.

Dalam pidatonya, Gates memuji persekutuan NATO dalam kontribusinya di Afghanistan. Namun, sambung Gates, upaya lebih dibutuhkan dan aliansi harus menemukan cara untuk memenangkan pertempuran melawan Taliban yang saat ini dinilai mulai bangkit kembali.

NATO, melalui International Security Assistance Force atau ISAF, saat ini masih melakukan misi di Afghanistan, meski dipimpin oleh seorang Amerika, Jenderal Daniel McNeill, dan AS merupakan penyedia tentara terbesar. Dari 42 ribu tentara ISAF, sebanyak 14 ribu di antaranya berasal dari AS. AS juga memiliki 13 ribu tentara yang memburu teroris dan melatih tentara Afghanistan.

Gates mengatakan, pemerintahan Bush telah belajar dari kesalahan yang dibuat di Irak, termasuk kebutuhan untuk mengintegrasikan upaya stabilisasi yang dilakukan kelompok sipil dengan militer.

Pimpinan di Pentagon yang berkarir di CIA hingga 1993 ini mengharapkan pemahaman publik Eropa terhadap pentingnya perang di Afghanistan.

“Ancaman yang dilakukan ekstrimis Islam adalah nyata,” ujarnya, sembari menambahkan Eropa telah mendapatkan serangkaian serangan teroris, antara lain di London, Madrid, Istanbul, Amsterdam, Paris, dan Glasglow.

“Itu menambah pertanyaan: Apa yang akan terjadi jika kesuksesan yang salah yang mereka nyatakan menjadi kesuksesan yang sesungguhnya? Jika mereka menang di Irak atau Afghanistan, atau menguasai pucuk pemerintahan Pakistan? Atau menjadi penguasa di Timur Tengah?” tanya Gates. (okezone)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. “Rumah laba-laba yang rapuh,” tidak ada frase yang lebih tepat daripada itu dalam menggambarkan aliansi Barat.
    Dan lagipula, kenapa negara2 Eropa Barat yang relatif damai musti direpotkan dengan avonturir AS di negara-negara Muslimin? Apa pula sebab Muslim radikal membenci Eropa Barat? Tentu para pemimpin di Eropa mempunyai akal sehat, bagaimana pun kadarnya. Tentu pada akhirnya mereka akan mengetahui, bagaimana sia-sianya membuang sumber daya untuk membantu sekutunya, yang terlibat masalah karena kelakuan mereka sendiri. Dan, tentu AS juga tahu kalau upaya-upaya pemboman di kota-kota utama Eropa tidak akan lagi terlalu efektif dalam “membujuk” Eropa terlibat dalam petualangan mereka.
    Atau karena ancaman ekonomi? Bagaimana menghadapi “kekuasaan” Dollar? (Hari gini pake Dollar?? Capee deh)

  2. It’s not really shocking when the materialisme alliance will force down with percept circumstance following the market condition. Ha’…. UE will defend their necesary needs to countinue their superiority (not just on their land but abroad) when the china, japan right infront of their nose. The battle change the theme and shape become…..Car Battle, Oil Supply Re-distribution, Energy Crisis, Wood Battle,…

    It seems that Euro will hit US$ not in the extra time, but they already in full battle when the audience still buy the ticket. All people arround the area still watch “the unfinished business” US with Tehran, but now (TODAY) we knew that spain, germany, japan had retreat their soldiers, after this on return the old brother will join “the coming home troops”, England !!!

    Well,….
    Say bye-bye to uncle sam……..

News Feed