MENIKMATI KESULITAN

Orang yang tak merasa terikat oleh norma agama dan etika serta hukum tak mengalami kesulitan. Bila ingin uang, mencuri, menipu, merampas dan sebagainya. Demikian pula dengan keinginan lainnya. Syaratnya mudah, yaitu menolak sistem nilai yang membatasi kebebasannya atau mendustakan Tuhan dan kebangkitan.

Orang yang tak percaya sistem nilai dan kuasa agung di balik alam ini mestinya tak mengeluhkan dan tak merasa menghadapi kesulitan.

Kesulitan adalah konsekuensi menerima batas. Bagi orang yang tak menerjang semua batas, kesulitan adalah keniscayaan. Itulah derita. Karena itu, ada gantinya bila percaya hari pembalasan.

Tanda patuh kepada sistem nilai adalah malu. Tanda iman kepada Tuhan dan kebangkitan, adalah kerendahan hati, ketenangan dan ikhtiar proporsional.

Kesulitan tak hanya uang. Banyak kesulitan dan derita lebih besar dan berat dari kesulitan keuangan. Yang terlihat tak punya kesulitan keuangan tak mesti tak mengalaminya. Kesulitan keuangan pun tak sama bagi setiap sesuai beban dan kebutuhan masing-masing.

Salah satu ujian orang mukmin yang mengalami kesulitan adalah tak meremehkan kesulitan orang lain, dan mengendalikan hatinya untuk tidak mendengki orang yang dikiranya tak mengalami kesulitan juga tak menuduh orang tak terlihat mengalami kesulitan sebagai orang yang tak peduli terhadap kesulitan orang.

Ujian bagi mukmin yang mengalami kesulitan adalah menjaga hati dari sangka buruk. Bila tak merasakan bantuan seseorang tak berarti dia tak membantu orang lain yang juga mengalami kesulitan.

Ali sengaja menanggung banyak derita dan menerima dengan kesabaran agar kita berkaca kepadanya.

“Aku beruntung demi Tuhan Ka’bah!” yang meluncur dari bibir Ali saat benda paling berharga, yaitu nyawanya, dirampas, bukan sekadar ungkapan orang super tenang, tapi nasihat bagi kita agar tak goyah saat menghadapi kesulitan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed