“Misa Kebaktian” bersama Romo M3

jesus_praying

Saat masih kecil, kami dididik dalam suasana keagamaan yang rada sempit. Kami dijejali dengan doktrin yang cenderung membentuk sikap sinis, jijik dan benci kepada yang tidak sama dengan kami, apalagi berbeda agama. Muhammadiyah di mata kami dulu sedikit lebih baik dari PKI. Kristen adalah aib yang mesti dihindari.

Puji Tuhan, sejak mempelajari filsafat dan agama-agama, mata dan hati kami terbuka lebar sehingga kami memandang perbedaan sebagai bukti bahwa Tuhan Maha-Kreatif. Beda mazhab dan afiliasi pemikiran di mata kami adalah atribut esensial altar wujud makhluk. Beda agama bagi kami adalah pilihan.

Meski demikian, secara epistemologis, kami tidak menjadikan agama sebagai jus yang bisa diaduk-aduk seenaknya. Masing-masing memiliki jatidiri dan karakteristik serta pertanggungjawabannya.

Untuk yang tidak tercatat sebagai anggota tetap gereja, bisa turut bergabung dalam pesta Natal bersama Romo M3. Tentu undangan ini terbuka buat yang kenal inisial M3 dan tahu no hpnya.

Selamat memperingari kelahiran Yesus Almasih.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 comments

  1. Syalom lakhem,

    Kisah masa kecil yang membuka artikel di atas, membuat ana terkenang dengan salah satu khotbah Yesus yang terkenal di dalam injil Matius. Khotbah yang memuat kalimat bijaksana dan penuh makna ini menunjukkan bahwa tujuan pengajaran Tuhan melalui AgamaNya telah disalahtafsirkan oleh sebagian orang. Banyak orang yang melupakan bahwa Agama diturunkan oleh Yang Maha Kuasa karena Dia sangat mencintai makhlukNya. Untuk itu, sudah seyogyanya Agama Tuhan juga mengajarkan cinta kepada sesama manusia. Kata “Syalom” yang harfiahnya berarti “damai” menunjukkan bahwa kedamaian adalah panduan dasar bagi seorang newbe yang ingin bergabung bersama kafilah pecinta ilahi.

    Tapi sungguh sangat disayangkan, karena bagi sebagian orang, agama digunakan sebagai alat untuk menabur kebencian dan permusuhan terhadap sesama manusia. Sebuah ideologi semu bernuansa horor yang kini semakin mengotori “tampilan-eksternal” dari Agama Tuhan yang sejati.

    Dalam khotbah itu, Yesus berkata: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
    Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Mat 5:3-11)

    Di dalam Al-Qur’an, Allah Swt juga berpesan seraya berkata bahwa kaum beriman adalah saudara dan Dia memerintahkan agar PecintaNya harus selalu memperbaiki hubungan persaudaraan di antara sesama.

    Disamping itu, dalam khotbah ini juga ada beberapa pesan kebaikan yang layak untuk menjadi renungan Natal (mauludan) kita kali ini.

    “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
    Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
    Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
    Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
    Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
    Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
    Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
    Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
    Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.” (Mat 5:3-11)

    “Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.” (Mat 5:42)

    Ameen. God bless you. 😉

  2. Mo tanya pa ustaz, Romo M3 memperingat kelahiran yesus tgl 25 apa tgl 7 januari seperti kristen ortodox)
    kenapa Ahmadinejad dan mgkn pa ustaz sendiri sebagai orang yg iran oriented memberikan selamat pada tgl 25 sebagai kelahiran Yesus, dan kenapa kita tetap memanggilnya yesus daripada Almasih atau Isa..

    Saya pernah menanyakan ini pada romo M3, tp sprtinya blm dijawab 🙂
    afwan dan terima kasih kl sudi menjawab….kl tidak disini, mudah2an ditempat lain.

    ML :

    Terimkasih telah memberikan comment.

    Saya bukan “iran oriented”. Soal perbedaan versi tanggal, itu bukan sesuatu yang substansial. Dalam literatur Islam, tanggal kelahiran Nabi Muhammad saw juga tidak seragam. Sebagian meyakini kelahirannya pada 12 Rabiul awal dan sebagian lain memastikan 17 Rabiul awal sebagai hari kelahirannya.

    Soal penyebutan “Yesus’, itu juga tidak substansial, sebagaimana nama Muhammad dibaca dengan Ahmad dan lainnya.

    Soal sebutan “Almasih”, malah itu adalah gelar sejati Nabi Muhammad, menurut Pak M3. Ada yang mengartikan Almasih dengan “penjelajah”, ada pula yang mengartikannya dengan “yang diurapi”.

    Oya, sebutan Almasih juga bisa disandangkan pada Dajjal dan lainnya. Imam Mahdi juga disebut Almasih.

    Apapun sebutan dan kapanpun tanggal kelahirannya, dia adalah Nabi yang muia, bukan Tuhan atau salah satu anggota keluarga Tuhan.

  3. terima kasih tanggapannya pa ustaz,
    tapi , tanggal penetapan 25 des itu adalah momentum penyembahan dewa metahari yang ditetapkan oleh kaisar romawi, Jadi sebenarnya perayaan natal dirancui oleh keyakinan paganist politeis dan bukan Keyakinan samawi.

    berbeda dengan maulid yang semuanya sepakat pada bulan rabiul awwal. dan insya allah tidak ada unsur keyakinan lain di bulan itu.

    Soal AlMasih atau messiah, yesus atau isa…anda benar..itu hanya soal ejaan ibrani.

    Tapi saya masih ragu soal pengucapan selamat natal nya pa ustaz :D:D

    *maaf kl diblg iran oriented, Untuk blog yang 80% berisi Ahmadinejad dan Iran juga sekitarnya 🙂 blog ini jd acuan buat update berita terkini Iran*

  4. WA LAN TARDHO ANKAL YAHUUDU WALAN NASOORO HATTA TATTABIA NILLATAHUM JANGAN KEBLABASAN YA USTADZ NANTI KITA JADI LUTFI ASSYAUKANI YANG SEDANG-SEDANG SAJA LAH,KALAU PEMIKIRAN MADHHAB OKE LAH TAPI KALAU AGAMA ………

    ML: Tidak ada yang kebablasan. Terimakasih atas masukannya.

  5. huahauha
    god bless u….

    slamed natal
    slamed taun baru hijri
    slamed taun baru masehi

    horee ane setuju ama artikel ini… thanks ustad…..
    ana copas ke blog ana yaaaa

  6. Assalamualaikum Warrahmatullahi….

    Senang bisa berada di sini.
    Saya setuju dengan akhi Zaki,….
    Bagaimanapun Islam adalah Rahmatan Lilalamin.
    Mungkin bisa dikorelasikan dengan peran amar ma’ruf nahi munkar yang kuncup piramidanya berada di Syahadat…bukan untuk kita saja lho sebagai muslim,…bila melihat pendalamannya : ….adalah untuk semua umat manusia…di sinilah peran da’wah islam kita di uji.

  7. alhamdulillah kita dicerahkan dengan falsafah dan rugi bagi yang mengingkarinya,alhamdulillah kita punya ahlulbait dan rugi bagi yang mengingkarinya.

News Feed