MISKIN

Saat akan bertempur, Nabi mengumpulkan orang-orang miskin, cacat dan anak-anak yatim, lalu menoleh ke arah pasukannya seraya bersabda, “kemenangan, kesuksesan dan kekalahan serta kehancuran kalian semata-mata karena mereka” (seraya menunjuk orang-orang miskin itu).

Mereka akan selalu ada di tengah kita. Mereka dihadirkan untuk menjadi tempat kita mencari ridha Allah dan mengukur kepekaan dan mereload rasa kemanusiaan. Mereka menjadi miskin bukan karena tidak berupaya atau malas bekerja atau berjuang untuk bertahan hidup. Mereka menjadi miskin karena harus ada yang kaya dan miskin. Mereka mengambil opsi kedua agar dialetika dan dinamika dunia terus bergulir.

Menjadi miskin tak selalu positif. Menjadi kaya tak mesti negatif. Tapi sebagian orang memilih menjadi miskin demi orang lain yang ingin menjadi kaya.

Beruntunglah mereka yang terus mencari orang yang memerlukan bantuan, tanpa perlu menunggu keluhan. Beruntunglah mereka yang terus menghidupkan Fathimah, Ali, Salman, Abu Zar dan Ammar dalam kehidupan tanpa hiruk pikuk pujian atau cemoohan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed