Misteri Konspirasi Pembunuhan Munir Mulai Terkuak

Mantan Deputi V BIN Muchdi PR yang sejak Rabu malam dicari pihak kepolisian akhirnya berhasil dibawa penyelidik ke Bareskrim Mabes Polri. Dia tiba dikawal Kepala Biro Analisis Polri Brigjen Pol Matius Salempang.

Mantan Danjen Kopassus itu tiba di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (19/6/2008) sekitar pukul 19.30 WIB. Muchdi terlihat turun dari mobil Toyota Kijang Innova B 1349 TZ di pintu belakang Bareskrim. Dia mengenakan safari hitam, topi dan membawa tas,


10 Menit setelah Muchdi PR tiba, kemudian mobil Kijang Kabareskrim Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri bersama Direktur I Keamanan Transnasional Brigjen Pol Badrudin Hait juga tiba di Bareskrim.


Muchdi yang disebut-sebut menjadi tersangka kasus pembunuhan aktivis Munir, dijemput dari sebuah hotel di Jakarta. Dia tinggal di hotel tersebut sejak subuh untuk menyerahkan diri.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol ABubakar Nataprawira menegaskan Muchdi PR telah menyerahkan diri. Setelah menyerahkan diri Muchdi langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Segera setelah dilakukan pemeriksaan akan dilakukan penahanan,” kata Abubakar saat dihubungi para wartawan, Kamis (19/6/2008).

Boleh jadi, Muchdi akan menyebutkan nama-nama pejabat lingkungan BIN yang pernah menjadi atasannya. Itu berarti misteri konspirasi ini akan segera terkuak.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. Saya bingung dengan kematian munir ini. Kalo saya jadi pollycarpus, gak akan bunuh penumpang pesawat yang dipiloti sendiri, kenapa gak suruh and bayar preman aja untuk bunuh langsung, di jalan misalnya. Jelas, ada kematian penumpang di pesawatnya akan langsung menyeret sang pilot, setidaknya diinterogasi. Gak logis deh polly nekat bunuh penumpangnya sendiri. Juga, BIN kok bodoh banget, mau bunuh munir, lewat polly yang pilot itu, di pesawat polly lagi, dan si polly diundang datang ke kantor bin. Gampang banget. Bin mestinya intelligent, pintar maksudnya, gak akan gegabah bunuh orang seperti maling kepergok. Saya gak yakin ini kerjaan bin, bisa jadi muchdi pr dll cuma dikorbankan, karena pemerintah sekarang kan takut banget dengan tekanan asing, apalagi munir ini (dan istrinya) adalah kaki tangan (agen) asing yang berkedok HAM. Tapi lucu ya, kalo masuk dalam spionase internasional, semestinya sudah tahu resiko profesi tersebut (lihat ada film Bond 007), kematian adalah resikonya. Kill or to be killed. Tapi munir dan istrinya pengecut, duitnya mau, resikonya gak mau. Logika sederhana, siapa yang biayai kontras dan munir???? Meski namanya LSM, pasti bukan dan kantong munir sendiri.

News Feed