Mohon Doa (Lagi)

Ya Allah, belakangan ini lidahku lebih lincah merangkai kata saat menumpahkan sambat di hadapan-Mu. Aku makin cengeng saat bermunajat di hadapanMu. Shalawat senantiasa meluncur dari bibirku. Suaraku parau karena pita di tenggorakanku nyaris tak pernah istirahat menggesek dentuman duka yang meluap dari relung dadaku.

Ya Allah, aku tidak tahu mengapa doa-doaku dan doa-doa yang kupesankan pada orang-orang lebih baik dariku seakan belum terjawab. Mungkin aku terlampau memaksa. Tapi yang membuatku beranggapan demikian ialah masalah-masalah itu kian menumpuk menghantam dinding jiwaku. Tidurku menjadi sangat pendek. Tawa sudah lama tak menghampiriku. Wajah polos anak-anakku juga tak mampu mengusir dukaku.

Ya Allah, depresi itu sedemikian berat dan dahsyat sehingga saat datang, semua yang indah menjadi acak, semua yang terang jadi buram, semua yang lembut jadi kasar. Bersihkan itu dari angkasa jiwa orang-orang yang melemparkan jangkar di pantaiMu. Terimalah orang-orang yang labuhkan rakit di dermagaMu. Buktikan kekuasaan dan kasih-Mu dengan mengubah nasib mereka karena Engkau hanya menciptakan kebaikan dan keindahan.

Ya Allah, dada hambaMu yang sedang berkeluh di hadapanMu ini sangat sempit sehingga tentu tidak mampu menampung beban-beban yang amat berat dan besar itu. Restuilah jejiwa suci untuk berbagi rasa dan menghiburku dengan bantuan dan pancaran malakuti.

Ya Allah, andai saja ada cara yang lebih tepat untuk memancing ibaMu, niscaya itu kulakukan. Tapi aku yakin doa-doa para makhluk terbaikMu adalah bahasa yang sesuai dengan hadiratMu. Karena itu, terimalah yang sedang berdiri sempoyongan tak kuasa mengetuk pintu-Mu.

Ya Allah, maafkan hambaMu yang tak tahu diri ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 comments

  1. Allah PASTI mendengar seruan orang seperti antum,… insya Allah
    masalahnya cepat selesai Ustadz-ku… Sebagai sahabat antum, kira2
    apa yang bisa kami bantu?…

  2. Diatas langit ada langit, Alhamdulillah kita masih punya panutan Rasulullah saw dan Ahlulbaytnya yg suci. Dengan mencinta kepada ‘mereka’ kita masih berjiwa manusia, manusia yg bisa survive lebih kuat dari karang yg di hantam badai. Lumut yg merekat erat di sekujur karang ibarat dosa-dosa disekujur tubuh kita. Kita bisa lebih tegar menghadapi terpaan ombak dunia karena kita Hamba yg hanya bermodalkan cinta kepada Rasul SAW dan Ahlulbaytnya untuk mengharap Ridho-Nya.

  3. Sebenarnya saya merasa sangat tidak pantas walau sekedar untuk memberi masukan kepada orang semulia Ustad Labib karena saya sadar apalah saya ini. Saya juga tidak tahu persoalan berat apa yang sedang menimpa Ustad. Karena itu saya hanya bisa mendoakan semoga kesulitan2 yang sedang Ustad alami segera sirna. Mohon maaf yang sebesar-besarnya bila saya berani lancang ingin menyampaikan tentang ucapan Imam Ali bin Abi Thalib bahwa ” Barangsiapa berpegang teguh kepada ketakwaan maka segala kesulitan menjauh darinya setelah sebelumnya mendekat, urusan-urusan menjadi manis baginya setelah sebelumnya sulit, segala gelombang menyingkir setelah sebelumnya berkumpul hendak menghanyutkannya, dan berbagai kesulitan menjadi mudah.”

    Saya, juga kami, yakin bahwa apa yang sedang dialami Ustad saat ini adalah karena Allah SWT sangat mencintai Ustad Labib. Semoga Allah segera menurunkan pertologanNYA… ILLAHI AMIEN…

  4. Saya termasuk orang tidak pandai merangkai kata-kata rayuan dan keluh kesah saat bermunajad pada Nya… andalan ku hanya rangkaian puitis, logis dan semestinya dari Rasul dan para imam.. sebagai seorang hamba yang selalu tepat memposisikan diri dihadapan Rabba nya!! Aku rindu dengan untaian kata indah menggugah Tuhan ku yang hadir dari pengetahuan dan kondisi jiwa ku sendiri… Namun siapa aku..? yang ma’rifat tentang Nya dangkal, dan jiwa terbaluri karat-karat dosa, dengan hati yang redup tak tembus cahaya… Ya… Rabb!!! melalui para kekasih Mu.. melalui orang-orang yang mulia dalam pandangan Mu..!! hamba memohon sempurnakanlah ma’arifat ku terhadap Mu.. luruhkanlah karatan yang membungkus dan menjadi noda-noda pada jiwa ku… dan robeklah hijab dihatiku yang mengalangi terpaan cahaya Mu yang Maha Jelas… Birahmatika yaarhamarahimin…

  5. YA ALLAH kabulkan lah doa guru dan saudara ku ini karena aku menjadi saksi atas perjuangan dan upayanya untuk menegakkan dan menyampaikan ajaaran AHLUL BAIT Nabi MUHAMMAD SAWW, dan bagaimana ia membantu dan menolong umat Nabi MUHAMMAD SAWW dengan mencontoh dari Ahlaknya Nabi MUHAMMAD SAWW dan Ahlul Baitnya. Dan ENGKAULAH sebaik baiknya saksi ALLOHUMMA SHOLI ALA MUHAMMAD WA ALI MUHAMMAD.BI HAQQI MUHAMMAD WA ALI MUHAMMAD

  6. Rabbi yassir, wa la tu’assir, fa anta muyassir …
    Wallahu khairun haafidzan wa huwa arhamurrahimin …
    Pada setiap kesulitan pasti ada kemudahan Ustadzi.
    Ana percaya bahwa Allah Swt, Rasul saw dan para Imam as sedang merindukan antum sebagaimana kecintaan mereka kepada hamba-hamba yang saleh. InsyaAllah hajat antum akan segera dikabulkan.
    Minta maaf juga atas janji ana pada minggu lalu, kebetulan ada beberapa hal yang harus segera ditangani di bayti. Tapi masih ON Sayyid. So, I’ll kee in touch. Afwan wa syukran Ustadzi.

  7. SAYA YAKIN…SAUDARA/ABANG/GURU/BAPAK YANG MULIA MUHSIN LABIB, FIGUR SEORANG BAPAK DENGAN 2 ANAK ditambah CALON JABANG BAYI, FIGUR SALAH SATU USTADZ QUTUB, SALAH SATU PIMPINAN PENERBITAN BUKU YANG CUKUP BESAR, FIGUR SEORANG YANG PENAH MENJADI PERANTAU DI NEGERI ORANG di PERSIA, FIGUR KANDIDAT DOKTOR, FIGUR PENULIS, FIGUR AHLI FILSAFAT, FIGUR YANG KUAT DALAM MEMPERTAHANKAN ARGUMENTASI……PASTI DAPAT MELEWATI SEMUA HAL DALAM KEHIDUPAN INI BAIK SENANG MAUPUN KESULITAN DENGAN BIJAKSANA, LAPANG DADA, DAN ELEGAN….

    DAN KEYAKINAN INI KARENA KEHIDUPAN YANG TELAH DILALUI YANG MULIA LEBIH DAHSYAT DARI UMUMNYA KEBANYAKAN

    MAAF APABILA BELUM DAPAT MEMBANTU DAN MEMBERIKAN SARAN…DIKARENAKAN FIGUR YANG MULIA YANG BESAR…

  8. Mari kita gemakan munajat di zaman kezaliman. Munajat yang telah dicontohkan oleh Imam Ja’far Ash-Shadiq (as):

    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
    Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

    Ya Allah, sungguh kezaliman hamba-hamba-Mu
    telah tegak di negeri-Mu, sehingga
    keadilan dimatikan, jalan-jalan diputuskan
    kebenaran dihapuskan, kejujuran disiasiakan
    kebajikan disembunyikan, keburukan ditampakkan
    ketakwaan direndahkan, petunjuk dihilangkan
    kebaikan dimusnahkan, keburukan ditegakkan
    kerusakan dikembangkan, kekufuran dikuatkan
    kezaliman dipenuhi, perubahan dimusuhi

    Ya Allah, Tuhanku
    Tidak ada yang dapat melepaskan kami dari semuanya kecuali kekuasaan-Mu
    Tidak ada yang dapat melindungi kami dari semuanya kecuali anugrah-Mu

    Ya Allah, maka hancurkan kezaliman. Putuskan belenggu penindasan. Hancurkan pusat kemungkaran. Muliakan orang yang menghindari kezaliman. Cabikkan akar-akar para pelaku kesewenang-wenangan.Tutupkan kepada mereka kekurangan setelah mereka berlebihan.

    Ya Allah, segerakan kepada mereka kebinasaan. Porak-porandakan mereka dengan
    perpecahan. Turunkan kepada mereka hukuman. Ambil nyawa kemungkaran. Sehingga tenanglah orang yang ketakutan. Tenteramlah orang yang kesulitan. Kenyanglah orang yang lapar. Dipelihara orang yang terlantar. Dilindungi orang yang terusir. Dikembalikan orang yang terbuang.

    Selengkapnya munajat ini berikut tek arab dan bacaan tek latinnya, kunjungi:
    http://syamsuri149.wordpress.com
    http://shalatdoa.blogspot.com

    Wassalam
    Syamsuri Rifai

  9. tiada kata seindah ucapan.langit yg terang mnjadi gelap..
    begitu jg jalan hidup…
    mungkin ALLAH PUNYA RENCANA LAIN..KARENA DARI RENCANA YG KITA PUNYA HANYA RENCANA ALLAH LAH YG LEBIH BAIK..
    jika mulut tak lagi bs berucap biarlah hati yg brbicara..untk meminta kepada sang maha pencipta.yaitu ALLAH..

  10. Ya akhi curhatnya sama allah aja ,tahajud jgn di media seperti ini … Contoh ga baik … Share ilmu aja .. Lbh bermanfaat … Af1

News Feed