Skip to main content

‘Mr. No Problem’

By February 3, 20099 Comments

dave.jpg

Berat badannya kira-kira 160 kg dan tinggi badannya kira-kira 180 cm. Di lembar parasnya yang segar dan cukup tampan itu, ada garis bibir yang terlalu kecil. Saking kecilnya sehingga lebih pantas dianggap sobekan saja. Nah, dari sobekan mungil itu kerap meluncur joke-joke segar dan sentilan-sentilan ala Quentin Tarantino dan Michael Moore.

Namanya Muhammad, tapi dia lebih sering dipanggil dengan MU (akronim dari Mat Upi’). E-namenya keren abis, Dev Alayd. Teritori gaulnya sangat luas mulai dari pedagang dvd di Menteng sampai anak jenderal. Penggemarnya banyak, mulai dari cewek-cewek ganjen di Freindster sampai misannya sendiri yang juga tambun. Berulang kali MU menampik tawaran main sinetron. “Aku pengen main film serius,” gumamnya sambil nyengir saat ditanya alasan penolakannya.

Aku adalah salah satu orang yang sudah subscribe untuk mendapatkan guyonan-guyonannya. Bukan hanya itu, aku dan dua adikku, Ibrahim dan Musa, bila pusing dan sumpeque, tidak lagi membeli Panadol dan obat lainnya, tapi meluncur ke rumahnya, kapan saja. Aku yakin dia menanggung banyak beban dan derita, apalagi dia putra sulung, sejak ditinggal wafat ayahnya. Tapi, dadanya benar-benar seluas aslinya. Dia akan selalu menyambut kami dengan senyum hangat dan sambutan panaaaas. Karena itu, dia lebih pas diberi gelar “Mr. No Problem’.

Anak Matraman ini penggemar berat mahabintang India, Amitabh Bachchan. Sebuah telivisi swasta yang mennayangkan berita gosip dan perfileman Bollywood pernah bertandang ke rumahnya dan menanyangkan sosoknya. Semua film yang dibintangi aktor yang pernah menjadi politisi India itu tidak luput dari koleksinya, bahkan segala asesoris yang berkaitan dengannya, seperti parfum dan gasper.

Meski memikul tubuh yang ‘minta ampun’, penggila game ini sangat percaya diri, ceria dan, jangan lupa, sangat cerdas. Dia bisa melayani siapa saja dengan bahasa Inggris dan Arab. Kadang bisa sangat bijak bila diminta pendapat tentang sesuatu yang serius. Tentu kejenakaan masih saja tidak lenyap dari mimiknya saat berekspresi serius bahkan saat bersedih.

Soal selera, jangan ditanya. Dia laksana katalog semua jenis parfum berkelas, bukan oplosan ala Condet. Wawasannya tentang film, boleh dicoba. Dia hapal semua judul film, nama aktor-aktris dan sutradara mulai dari kelas A sampai C, mulai Robert De Niro dan Jack Nicolson sampai Baldwin bersaudara. Rumahnya tak ubahnya rental dvd, vcd dan kaset video betamax. Di dalam lemarinya ada serial western Clint Eastwood dan koleksi komedi Benyamin.

Walau bukan anak koruptor dan bukan keponakan juragan besi tua Priok, Dev tidak ‘katro’ dalam masalah penampilan. Dia sering mengubah style rambutnya mulai dari model duran duran sampai gaya gimbal Bob Marley. Hampir semua merek kacamata pernah parkir di atas hidungnya yang bangir mulai dari Police sampai Menrad. Di tangannya yang buessar pernah melinkar aneka jam tangan kelas wahid, seperti Tag Huer sampai Rolex made in Tangerang.