Mudik dan Pamrih Politik

Mudik-Demokrat-12-7-2015-131Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1428 H, tentu ada satu budaya yang tidak dilupakan masyarakat urban di Jakarta dan sekitarnya. Mudik. Budaya yang sudah mengakar bertahun-tahun di dalam masyarakat sejak dahulu kala.

Namun ada yang berbeda dengan budaya mudik. Berhubung Lebaran tahun ini dan tahun depan sudah mendekati Pemilu 2009, tentu saja hal ini tidak disia-siakan untuk “Sambil menyelam meminum air” bagi beberapa partai politik.

Ratusan atau bahkan ribuan calon pemudik dari Jakarta, merupakan massa yang empuk untuk dijadikan sasaran kampanye menjelang Pemilu 2009. Kapan lagi bisa mengumpulkan massa sebelum masuk jadwal kampanye, pikir para petinggi partai.

Apalagi, para pemudik yang akan menggunakan fasilitas mudik gratis parpol ini merupakan kalangan grass root –yang juga– secara tidak langsung, sangat potensial mendulang suara dalam pemilihan umum nanti.

Selain mudah “dirayu” para pemilih grass root juga cenderung emosional. Tanpa filterisasi pemikiran sebelum mencoblos. Mana partai yang menguntungkan, itulah yang akan dicoblos.

Hitung-hitungan seperti itu yang mungkin dijadikan dalih partai politik mengadakan mudik gratis pada tahun ini. Beberapa partai besar seperti PPP yang mengerahkan 120 bus, PKB yang memberikan mudik gratis bagi warga miskin Jakarta, dan PDIP yang memudikkan 5 ribu lebih wong deso di Jakarta.

Wajar memang dalam dunia politik harus benar-benar cepat dan cekat serta pintar melihat peluang. Namun, mereka petinggi partai juga membantah jika aktivitas mereka merupakan kampanye menjelang Pemilu 2009.

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri contohnya. Dia membantah acara mudik gratis ini sebagai ajang kampanye pemilihan presiden (pilpres) 2009.

“Kalau umpamanya gitu (kampanye) nggak dari awal saya dan partai lakukan hal seperti ini,” bantah Megawati usai melepas 105 bus di Lapangan Parkir Barat, Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2007).

Mereka berdalih orang-orang yang difasilitasi mudik gratis adalah para konstituen partai pada Pemilu sebelumnya. Jadi, mudik gratis ikhlas hanya memfasilitasi. Percaya?

Mungkin hanya Tuhan yang tahu sebenarnya. Tapi, apapun tujuan dan motif parpol menggelar mudik gratis patut disyukuri guna mengurangi beban biaya masyarakat, terutama kalangan bawah menjalin silaturahmi dengan keluarga di kampung.

Semoga partai politik juga tak hanya dimomen ini bisa berbagi dan bermanfaat bagi rakyat.

Selamat Idul Fitri 1428 H Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga dapat kembali fitrah secara lahiriyah. (detikcom)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Orang indo mah ngakunya Islam..tapi perbuatannya tidak mencermikan apa yang diajarkan dalam islam.
    Saya jadi curiga yang beragama islam orang indonesia..tapi yang mengamakan justru orang2 barat.

News Feed