Multidimensionalitas Partisipasi dalam Aksi Yaumul Quds

Jumat terakhir Ramadhan adalah hari monumental. Itulah hari yang telah disahkan oleh Imam Khomeini sebagai Hari Internasional Quds. Beliau menyeruakan umat Islam dan seluruh pecinta keadilan untuk turun ke jalan meneriakkan yel-yel anti Zionisme dan sekutunya serta memekikkan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina menghadapi Zionisme yang didukung secara terang-terangan oleh Amerika dan Barat dan didukung secara diam-diam oleh rezim-rezim sekutu AS di Timur Tengah dan Dunia.

 

Banyak orang, bahkan dari kalangan Muslim yang tidak akrab dengan Yaumul Quds. Aksi demo Yaumul Quds memiliki banyak dimensi, antara lain:

 

 

Dimensi Ideologis

Secara hierarkis, mematuhi perintah faqih merupakan bagian dari kesadaran teologis (aqidah). Aqidah sebagai sesuatu yang abstrak hanya bias diwujudkan dalam bentuk aksi dan tindakan nyata.

 

Selain merupakan pola pengamalan aqidah, melakukan aksi demo anti Zionisme bias dianggap sebagai salah satu cara mendeklarasikan baraah terhadap Thaghut, kaum mustakbirin dan kezaliman.

 

Dimensi Mistik

Berjalan sambil meneriakaan yel-yel anti zionisme dan kezaliman global di tengah ketidakpedulian adalah pengukuhan taubat dan tazkiyatunnafs seklaigus upaya menyadarkan diri untuk menjadi zalim.

 

Menangkal sinar panas surya,  dan menerjang asap dan debu dalam keadaan puasa adalah momentum mengajarkan diri untuk  merasakan manisnya kezuhudan, kesahajaan dan syahadah.

 

Dimensi Fikih

Sebagai penentu hukum wila’i, maka perintah Wali Amril Muslimin untuk melakukan aksi anti Zionisme pada setiap Jumat terakhir Ramadhan tidak biss dipisahkan dari ritual puasa.  Salah satu dimensi puasa yang paripurna adalah berbagi dengan para mustadhafin.

 

Dimensi Nasionalisme dan Konstitusi

Sebagai bangsa yang mendukung kemerdekaan setiap bangsa yang terjajah dan Negara penggagas Konferensi Asia Afrika (GNB), aksi damai menentang pendudukan Palestina merupakan wujud nasionalisme yang tertuang dalam UUD 45. Cinta Tanah Air harus diaplikasikan dalam bentuk dukungan nayata untuk bangsa-bangsa tertindah. Bangsa Palestina adalah satu-atunya anggota GNB yang belum merdeka.

 

Dimensi  Kemanusiaan

Ia juga merupakan isu kemanusiaan karena diiringi oleh perilaku rasialis Zionis yang membunuh sesama manusia hanya karena berbeda agama, merampas tanah dan kebebasannya melalui pembantaian massal paling sadis, membunuh anak kecil dan perempuan, merobohkan rumah, merampas harta benda dan mengusir penduduknya dari kampung halaman mereka.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed