Tentara Israel Tak Akan Masuki Gaza

Berikut ini adalah transkrip wawancara Iyad Ibrahim Al-Qarra, wartawan koran Iran berbahasa Arab Al-Wifaq dengan para pejuang di front Gaza.

Mencapai lini depan medan perang Gaza bukan sebuah perjalanan piknik. Karena pesawat-pesawat pengintai Rezim Zionis Israel setiap saat berputar-putar di langit Gaza dan setiap makhluk hidup bergerak langsung dihantam peluru dan roket. Dalam perjalanan ini kami bertemu dengan “Abu Khitab”, komandan sebuah regu Brigade Syahid Ezzeddin Qassam, sayap militer Hamas.

Para pejuang kepada kami mengatakan, jangan membahayakan jiwa kalian. Karena untuk sampai ke lini terdepan biayanya sangat mahal. Namun pada akhirnya kami memperoleh persetujuan para komanan militer dan akhirnya sampai juga ke lini depan.

Abu Khitab bertanggung jawab dalam operasi menghadapi langsung pasukan Israel. Jaraknya dengan musuh hanya beberapa meter. Ia tengah berbicara dengan satu unit pengintai yang memberikannya informasi bahwa pasukan musuh terdiri dari tiga jep militer telah keluar dari gerbang kawasan penduduk dan tengah bergerak mendekati kami. Dengan informasi ini, mereka meminta kami agak mundur ke belakang jauh dari kawasan berbahaya.

Di samping Abu Khitab saya menyaksikan satu unit pejuang Palestina mulai melakukan serangan dengan amunisi yang mereka miliki. Pada saat itu kelompok operasi mati syahid mulai bergerak ke arah musuh. Sementara unit-unit pejuang Palestina mulai mengambil posisi untuk menghadapi musuh. Sejumlah ranjau dan perangkap telah disiapkan di jalur kendaraan militer yang dilewati musuh. Ranjau dan perangkap meledak melempar musuh ke udara.

Tembakan peluru dan mortir para pejuang Palestina membuat musuh semakin bingung menyaksikan mereka menjadi bulan-bulanan serangan para pejuang Palestina. Dalam kondisi yang demikian, pesawat musuh tiba membantu mereka keluar dari serangan hebat para pejuang Palestina. Pesawat F-16 menyerang secara brutal sehingga menembak juga kawasan penduduk agar memaksa para pejuang mundur dari posisinya. Pasukan Muqawama dengan sigap menjawab serangan itu dengan memerintahkan seorang dari unit operasi mati syahid melakukan tugasnya. Pesawat-pesawat pengintai berusaha menembak pejuang unit operasi mati syahid, namun tidak berhasil. Setelah serangan udara militer Zionis Israel, kami mendengar sendiri jeritan tentara Israel yang terluka meminta-minta tolong.

Pada waktu itu Abu Khitab berkata, media-media Israel tidak mempublikasikan kondisi menyedihkan yang dialami militernya, namun kalian menyaksikan sendiri dengan mata kepala akan kejadian ini dan juga penduduk mendengarkan tangisan kekanak-kanakan tentara Rezim Zionis Israel. Dengan bercanda Abu Khitab menambahkan, bila terjadi perang lagi kami akan mengirimkan ambulans kepada mereka, tapi ambulans kami adalah operasi mati syahid yang akan mengumpulkan bagian-bagian jasad tentara Zionis Israel.

Sekembali dari lini depan saya meminta pendapat Abu Ahmad, anggota Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam mengenai gencatan senjata. Ia menjawab, buat kami itu bukan permasalahan penting. Yang terpenting adalah aku harus melindungi rakyatku dan membuat hidung musuh terjerembab mencium tanah.

Abu Ahmad menekankan, kami tidak akan membiarkan tank-tank militer Israel memasuki Gaza, sekalipun badan kami harus bercerai berai. Kami yakin semakin mendekati masa-masa kemenangan dan ini berkat Allah dan perjuangan rakyat kami.

Kami kemudian keluar dari kawasan, namun perang terus berlangsung…

*Wartawan Palestina koran Iran al-Wifaq (diterjemahkan oleh Saleh Lapadi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Dari berbagai cerita yang sampai dari berbagai front…tampak suatu pola:
    Pasukan Israel maju mengendap-ngendap….dijebak pejuang Muslim…terjadi tembak-menembak….tentara Israel bergelimpangan lalu sebagian lainnya mundur…gak lama kemudian datang pesawat-pesawat tempurnya dengan bom-bom. Oh ya…tak lupa teriakan (tangisan) tentara Israel yang terluka tanpa ada yang menolong.
    Bayangkan kalau pejuang-pejuang Muslim ini memiliki Angkatan Udara yang bisa menandingi Israel….dalam tiga minggu saja Israel akan jatuh.
    Wallahu’alam.

  2. apalagi klo iran ikutan membantu.. hahaha

    ana denger serangan israel ke palestina kali ini adalah pemancing iran dan hizbullah agar ikut2an perang, klo pancingan ini berhasil maka akan ada alasan bagi amerika untuk ikut2an berperang membantu israel
    wallahu a’lam

  3. Semoga Allah SWT menurunkan balatentaraNya untuk membantu sdr kami di palestina, sucikan hati kami untuk mati syahid..Allahu Akbar!

News Feed