NABI MUHAMMAD SAW DIPANDANG DARI TIGA SUDUT KACAMATA

Ada 3 kelompok berbeda menyikapi dan memandang Muhammad SAW: Pertama Memandangnya sebagai manusia biasa. Karena itu ajarannya biasa-biasa saja.
Kelompok pertama ini, meski menganggap Muhammad manusia biasa dan ajarannya biasa-biasa, tetapi menganggapnya sebagai Nabi. Mestinya tidak.
Kelompok ini bingung atau segan menolak ajarannya secara terang-terang. Kelompok ini tidak menganggap pemahaman beliau terhadap wahyu sebagai mutlak.
Kelompok kedua menganggap Nabi sebagai manusia biasa tapi ajarannya luar biasa. Mestinya bila pembawanya biasa, ajarannya mestinya biasa-biasa pula.
Kelompok kedua ini bahkan menganggap penghormatan kepadal pembawa ajaran wahyu sebagai kultus dan syirik dan merayakan kelahirannnya sebagai bid’ah.
Kelompok kedua ini bermimpi mengislamkan kembali seluruh umat Islam yang dianggapnya terjangkit TBC (takhayul, bid’ah dan khurafat). Baca juga: “Agama Horor” dan “Mazhab Teror”
Kelompok ketiga memandangnya sebagai manusia luar biasa tapi ajarannya biasa-biasa Mestinya, ajarannya mencerminkan pembawanya.
Pandangan kelompok ke-3 ini mungkin dianggap kultus individu karena mengutamakan “siapa” atas “apa”. Pandangan ini tidak salah tapi tidak sempurna.
Kelompok keempat memandang ajarannya sempurna, karena itu meyakini kesempurnaan pembawanya. Ajarannya luar biasa dan pembawanya luar biasa.
Meski sebagian besar umat menganggap ajarannya luar biasa dan pembawanya sebagai manusia luar biasa, selalu ada yang membid’ahkan Maulidnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed