Nah Lo..! Perwakilan Katolik Protes Cover Majalah Tempo

clip_image001.jpg

Sejumlah perwakilan umat Katolik di Indonesia menyatakan protes atas pemuatan cover majalah Tempo edisi khusus Soeharto. Cover majalah edisi terbaru itu dinilai menyinggung umat Katolik.


Sejumlah delapan orang perwakilan umat Katolik pun mendatangi kantor Majalah Tempo, di Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (5/2/2008). “Mereka sekarang ditemui Pempred Tempo di ruang atas,” ujar seorang staf kantor Majalah Tempo.


Mereka adalah perwakilan dari Forum Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI, Forum Masyarakat Katolik Indonesia, Solidaritas Masyarakat Katolik RI, Perhimpunan Mahasiswa Katolik, Pemuda Katolik, Tim Pembela Kebebasan Beragama, dan Wanita Katolik RI.


Dalam cover edisi 4-10 Februari 2008 itu memuat gambar Soeharto tengah duduk di hadapan sebuah meja panjang di dampingi anak-anaknya. Sekilas, gambar Pak Harto dan putra-putrinya tersebut sangat mirip dengan lukisan Last Supper karya Leonardo da Vinci.


Cover majalah tersebut, seolah menempatkan posisi Pak Harto sebagai Yesus. Sedangkan penggambaran anak-anak Pak Harto sangat mirip dengan penggambaran murid-murid Yesus dalam meja perjamuan terakhir.

 

Pimpinan Majalah Berita Mingguan (BMB) Tempo meminta maaf atas sampul majalah Tempo edisi 4-10 Februari 2008. Tempo tidak memiliki maksud untuk menimbulkan ketersinggungan dan ketidaknyamanan, terutama terhadap umat kristiani. (Sumber: okezone dan detikcom)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

27 comments

  1. Pesta perjamuan terakhir Pak Harto….Eh..Yesus ya…karya Eyang Leonardo Da Vinci yang digunakan Tempo…..
    Benar-benar nih Tempo….Jangan sampe gito dong seenaknya memakai karya yang disucikan untuk hal-hal kotor yang demikian…Yesus “ibaratkan” Soeharto….Mana maulah mereka….
    Kalo gambar itu diganti Muhammad mungkin mereka akan pikir-pikir untuk protes….
    Ya..begitulah kita…dengan dalih apapun tidak akan terima kita bila sesuatu yang kita sakralkan…yang kita hormati…yang kita sucikan….dijadikan bulan-bulanan…
    Mana mau kita dilecehkan….
    sayangnya sikap tidak mau dilecehkan itu tidak diimbangi dengan sikap untuk tidak melecehkan orang lain…sering kita melakukan itu tanpa sadar…sadarpun kita sering melakukan….

  2. betul sekali mas bintang…
    kita umat islam juga sangat menyayangkan dengan apa yang telah dilakukan majalah tempo tersebut.
    semoga “orang-orang diluar sana” menjadi lebih mengerti dengan yang namanya sesuatu yang dimuliakan.
    jangan seenaknya saja, di anggap kebebasan pers lah.
    kebebasan ada batasannya lho.

  3. mungkin kita harus lebih membuka pemikiran akan segala hal..mem-framingkan sebagian dari hal yang besar bukanlah sikap yang bijak..menggali makna atas sesuatu dan tidak berkomentar tanpa landasan kuat (hanya menggunakan pemikiran tanpa referensi yang memadai) nampaknya harus segera kita perbaiki bukan?dalam hal ini, kita harus melihat kedua belah pihak..

  4. salam!
    wah, saya belum dpat tuh tempo edisi itu, jadi penasaran. Bukan karena gara2 diprotes ama temen2 Katolik, tapi saya penasaran siapakah yang menempati tempat duduknya judas dalam last supper karya Tempo itu? huhuhuhuhu….

  5. salam!
    wah, saya belum dpat tuh tempo edisi itu, jadi penasaran. Bukan karena gara2 diprotes ama temen2 Katolik, tapi saya penasaran siapakah yang menempati tempat duduknya judas dalam last supper karya Tempo itu? huhuhuhuhu…. cool deh!

  6. umat katolik harus sadar begitu perasaan kami/muslimin, ketika pelecehan thd ROSULLAH. Dan itu peringatan bhw semua pelecehan thd agama akan ada reaksi dari pengikutnya.

    1. Pelecehan terhadap Muslimin terhadap Rosullah dari Umat Kristiani sendiri sebenarnya TIDAK ADA!Semua itu rekayasa kaum kalian saja.Saya sebagai org Katolik,merasa menyesal telah mengenal kaum Muslimin.Keakraban perlu kita bina.Biarlah hal-hal yg bersifat SARA kita hindarkan…

  7. Sebenarnya sudah tidak ada masalah antara Majalah Tempo dengan umat Katholik. Masalahnya cuma : ada segelintir oknum pengurus KWI — kabarnya tergabung dengan paguyuban wartawan Katolik — yang menjadi humas eksternal PT Asian Agri Group (yang kini sedang bersengketa dengan Majalah Tempo) yang membesar-besarkan masalah ini. Oleh sebab itu, sangat bijaksana jika KWI, paguyuban wartawan katolik dan Majalah Tempo mencari tahu siapa yang mengambil untung dalam persoalan ini ……….

  8. Saya pribadi samapi hari ini belum mendapatkan majalah Tempo dengan cover tersebut dan jujur saja membuat saya penasaran untuk dapat membacanya.
    Sangat disayangkan sekali bahwa ‘ kebebasan press ” sudah banyak disalah artikan , sehingga seharusnya sesuatu yang menyangkut SARA tidak boleh dipermainkan meskipun itu hanya semacam ilustrasi
    Mudah2an dengan banyaknya kejadian-kejadian yang dikarenakan oleh kebebasan press yang salah kaprah dapat segera disadari

  9. pelukis aslinya adalah orang yg tdk menyaksikan “makan malam terakhir” secara langsung. dia hidup ratusan thn setelah itu.
    pelukisan itu hanya berdasar asumsi dan imaging atas alam pikirannya.
    dan juga lukisan itu bukanlah sebuah lampiran dari kitab. bukan merupakan satu kesatuan dgn kitabnya.

    gambar kover tempo juga gk mirip2 wajahnya sama tokoh yg ada.

    so wot geto?

  10. waduh! temen2 semua..apa sih yang diperdebatkan! cobalah untuk saling menghargai…jangan jadi orang yang arogan..biarlah, ini memang sudah menjadi bagian dari resiko kita kalo menjadi pengikutNya…dihujat, dicela, dihina, jangan takut, teman! jangan membalas, kawan! jangan dendam semuanya! terima dan doakan mereka, jangan anggap musuh serta doakan mereka : “bapa..ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat..”

  11. Salah satu bentuk dari kebablasan pers Indonesia, jadi bukan kebebasan pers. Apa emang tempo selalu bergelut dengan kontroversial? Coba tengok dalam kisaran 10 – 15 tahun ini, ada berapa kejadian yang berakhir dengan masalah/kontroversi. Apa mungkin salah satu strategi penjualan dari Tempo yah? Ah… kayak artis aja. Tapi emang benar kalo Tempo bisa jadi artis di dunia Pers Indonesia.

  12. betul kata karjito

    gue spt mjd orang yg bego n tolol krn gk tau apa yg orang2 permasalahkan.
    definisi apa yg menyebabkan 2 gambar itu mirip?

  13. tolong lebih baik cari informasi yang lebih akurat dan bisa dipertanggung jawabkan, apalagi sekarang lagi jamannya korupsi di DPR , coba anda carikan informasi yang lebih banyuaaaak lagi…he..he

  14. selalu tempo membuat sensasi….tapi dengan sensasi yang ujung2nya bisnis yang menghasilkan uang, walau dengan segala cara….
    strategi yang pemasaran yang sangat bagus walau dengan cara yang kotor…yang penting oplag naik pendapatan juga naik…
    buat kawan2 nasrani, tunjukkan bahwa kita umat yang dewasa, berpikir positif…Buat redaksi Tempo, anda semua orang pintar dan berpendidikan, mohon lebih cerdas….

  15. buat sarjito dan barli….
    permasalahan bukan karena mirip atau tidak, seluruh dunia pun tau itu image seperti apa itu……mungkin maksud anda mirip adalah kemiripan dalam wajah???? ya jelas enggak mungkinlah, apa anda tidak bisa melihat…???????

  16. Jangan dianggap terlalu serius secara manusiawi (tersinggung, marah, benci, kontroversial, dll). Saya yakin Bapa di surga tidak marah pada Tempo.

  17. Hanya begitu saja sudah protes, belum lagi dibuatkan ilustrasi Yesus membawa pistol dan Jhony Walker dengan pakaian ala koboi….. Yesus versi western.

  18. Buat sdr abdidalem berpikir positip dong,andai agamamu digituin,loh diam aja. Jangan2 loh yg buat, antek tempo nih yeeee. dapat duit 700 $.

  19. kita sebagai umat beragama meski saling mengahargai satu sama lainnya, agama itu keyakinan diri seseorang terhadap sang penciptanya, oleh karena itu tidak sepantasnyalah kita saling menghina,menghujat atau melecehkan keyakinan orang lain, saya sebagai muslim tidak setuju dengan cover yang dibuat oleh majalah tempo tersebut, itu sangat menyakitkan dan membuat orang lain menjadi tidak tenang dalam menjalani ibadahnya,seharusnya kita selalu saling menghormati,menghargai dan bersikap toleran terhadap berbagai pemeluk agama yang ada disekeliling kita,sebagai bangsa yang beadab dan pemeluk agama yang santun saya berharap majalah tempo tidak mengulangi lagi hal yang demikian

  20. Bang Zainuddin bener, gp bener, abdi dalam bener, semua bener. Mending kita cuekin ajalah masalah itu, yng penting saling memperbaiki diri, jangan maulah dibuat menjadi komoditi politik ato kepentingan entah siapaun itu.
    tutup ja, ceritanya.

  21. Saya seorang Kristen, bagi kami pada umumnya tidak ambil pusing dengan cover Tempo yang dimiripkan “The Last Supper”. Karya itu memang suatu masterpiece dunia, tapi bukan disakralkan, karena kami memang tidak mengenal apa itu “benda sakral” dalam pemahaman ajaran ataupun ritual keagamaan.
    Saya sangat menghargai sikap teman teman dari agama lain yang menyesalkan/memprotes majalah Tempo karena itu menunjukkan suatu sikap yang teramat bijak dan menghargai pemeluk agama lain.
    Saya juga bukan “membenarkan” Tempo, cuma mengingatkan agar bijak meskipun cuma sekedar mau mengetengahkan humor.

  22. ya untungnya umat kristiani / katolik suka damai dan kasih, nggak maen bakar2 ato kerusuhan krn terlalu naif membela agama dengan kekerasan……

News Feed