Nah loh!!! Obama Sambut Tantangan Debat Ahmadinejad

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, akhir-akhir ini menantang Presiden AS, Barack Obama untuk berdebat di depan media di Majelis Umum PBB yang akan digelar pada bulan September. Tantangan itu mendapat reaksi luas media-media massa dunia.

Washington sendiri kewalahan menanggapi tantangan Ahmadinejad yang dikenal lugas dalam berbicara dan berdebat. Ahmadinejad dalam berbagai acara dialog dengan televisi-televisi Barat seringkali dijebak dan dipojokkan, tapi Presiden Iran ini selalu menemukan jawaban yang seringkali mengejutkan lawan-lawan bicara. Kali ini, Ahmadinejad menantang Obama yang juga dikenal orator di AS.

Presiden Iran dan AS sama-sama dikenal orator dalam menyampaikan pidato-pidatonya. Pidato Obama dalam kampanye-kampanyenya membuat masyarakat AS terkesima dan tersihir. Obama yang berkulit hitam menjadi pemenang dalam pemilu presiden AS karena kepiawaiannya dalam berpidato dan berbicara.

Ahmadinejad dalam pemilu presiden Iran, juga berhasil menyingkirkan rival-rivalnya dalam acara debat terbuka yang disiarkan langsung televisi lokal Iran. Kepiawaian Ahmadinejad membuat para pesaingnya diam seribu bahasa. Ahmadinejad sangat pandai mengangkat isu-isu menarik yang dibungkus dengan logika dan argumentasi gamblang tanpa bertele-tele. Hal inilah yang membuat isu-isu Ahmadinejad dapat ditangkap khalayak masyarakat dari berbagai kalangan.

Kini, Ahmadinejad menantang Obama untuk berdebat secara terbuka di depan kamera yang dihadiri para wartawan. Di depan masyarakat Provinsi Hamedan, Iran barat, hari Rabu (4/8), Ahmadinejad menyatakan, “Di akhir bulan September mendatang saya akan berkunjung ke AS untuk menghadiri sidang Majlis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan saya barharap Obama bersedia berdialog dengan saya secara langsung untuk membuktikan kinerja siapa yang layak dan unggul untuk mengatur dunia.”

Menyusul tantangan tersebut, Presiden Barack Obama sebagaimana dilaporkan Koran Washington Post, dalam konferensi pers di Gedung Putih menyatakan siap berunding dengan Iran. Koran itu menyebutkan, pesan baru Obama itu disampaikan saat mendapat tekanan internasional dan sanksi PBB.

Akan tetapi pernyataan Obama itu bukan berarti menerima tantangan Ahmadinejad untuk debat di depan umum. Obama hanya menyatakan siap berunding, bukan berdebat.

Sebelum ini, Obama juga pernah menyatakan ingin berunding dengan Iran, tapi memberikan syarat kepada Iran supaya membangun kepercayaan. Obama dalam pesannya kepada Presiden Brazil menjelang Deklarasi Tehran, mengatakan, “Jika ada kesepakatan tentang pertukaran bahan bakar nuklir, Iran berarti melakukan langkah tersebut untuk membangun kepercayaan.” Akan tetapi setelah ada kesepakatan Iran, Turki dan Brazil terkait pertukaran bahan bakar, Obama inkonsisten dengan pernyataanya, bahkan mengeluarkan sanksi baru terhadap Iran yang didukung DK PBB dan Uni Eropa.

Ahmadinejad bukanlah presiden yang bodoh untuk menghadapi pernyataan Presiden AS yang tidak dapat dipegang. Menurut Ahmadinejad, satu-satunya jalan menghadapi Obama adalah debat terbuka di depan media, sehingga akan diketahui siapakah yang mempunyai solusi tepat dalam menyelesaikan berbagai masalah dunia. (IRIB/Fars/AR/MF)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 comments

  1. Kenapa judul tulisannya diawali dgn kalimat “Nah loh!!!”; kesannya seperti ada sesuatu yg dikhawatirkan/ditakutkan.
    Mestinya diawali dgn kata2 “Nah, ini baru asiiiik”. Adu argumen utk menguji klaim2 kebenaran adalah cara yg menunjukkan keberadaban manusia.
    Kalau pake ngancam pake bom nuklir ala Obama, itu sih model primitif biadab. Hewan buas juga bisanya cuma pake ancaman; mana bisa pake adu argumen.

    Kekuatan kebenaran justru tampak dari kekuatan hujjah berargumen.
    Dua orator ulung dari negeri berbeda akan bertarung debat di tingkat dunia. Debate between Mahmud Ahmadinejad vs Obama will be the debate of this millenium.

  2. Ah,baru Ahmadinejad saja udah kelabakan apalagi debat dengan para kader Partai Islam Internasional(Hizbut-Tahrir),pasti ga ada yang berani sebab kejahatan dan kelicikan serta kecurangan mereka sudah ada di saku mereka.Makanya gak berani debat malah membuat stigma negati kepada Islam,padahal seperti yang telah Allah terangkan dalamAl-Qura,n bahwa orang-orang kafir itu jalannyajungkir,begitu pula pernyataan-pernyatan-nya juga selalu berkonotasi “jungkir”,jelas-jelas mereka terroris di tuduhkan kepada Islam,jelas-jelas mereka biadab dan rasis mereka buat HAM yang punya standar Ganda.

    Kalau Rakyat kita mau melek dan berpikir,HAM yang di dengung-dengungkan itu sebetulnyamenunjuk kepada dirinya sendiri,ibarat maling teriak maling,lihat saja dulu Belanda menjajah Indonesia 350 tahun lamanya dan memiskinkan rakyat,serta membantai para pejuangapakah itu bukan pelangaran HAM?

News Feed