Nama samaran

Apalah arti sebuah nama?” – itu adalah sebuah pepatah. Nah, kalau nama samaran? Kenapa sih harus pusing-pusing buat nama samaran? Harus pakai nama samaran? Sebegitu pentingnya kah?

Kalau nama diibaratkan dengan identitas, hmm.. berapa identitas yang ada di diri Anda yang punya banyak nama samaran? Kalau ternyata orangnya itu-itu aja, sifatnya sama, produk-nya sama juga, apa bedanya nama asli dan nama samaran?

Sybil aja yang punya 16 kepribadian, ternyata punya nama yang beda-beda juga 😛 

Terkadang seorang anak kecil memakai nama samaran karena meng-idola-kan tokoh tertentu, sehingga dia berpura-pura menjadi tokoh tersebut dan mencontoh sifat serta perilaku sang idola. Saat remaja, yang dikenal juga dengan saatnya mencari identitas diri, nama samaran digunakan sambil mencari bentuk pribadi yang pas, identitas yang cocok untuk dipakai sebagai lambang pribadi yang akan diperkenalkan pada lingkungan 😀 . Semakin dewasa, semakin banyak pula motivasi seseorang dalam memakai nama samaran. Khusus bagi seorang penulis, nama samaran digunakan untuk menutupi identitas asli, mungkin saja karena tidak ingin penilaian orang terhadap tulisannya dipengaruhi oleh penilaian mereka terhadap pribadinya. Orang-orang memang suka tidak adil, tulisan dari seorang penulis yang juga artis terkenal biasanya mendapat kesempatan pertama untuk dibaca, daripada tulisan seorang awam yang ‘bukan siapa-siapa’  (kok jadi terkesan ngiri sama keberuntungan artis ya? :lol: )

Banyak sekali sebenarnya alasan menggunakan nama samaran, dan yang pasti nama ini dipakai sedikit banyak adalah untuk menutupi identitas asli. Is it?

Tapi nama samaran juga tidak mutlak. Artinya tidak semua orang merasa perlu memakai nama samaran; ada juga yang tidak mau pusing memilih nama samaran apa yang cocok untuk dirinya. Selain karena nama aslinya sudah cukup ‘well-known’ 🙂 , bisa juga karena ingin supaya orang bisa menilai dia melalui tulisannya.

Buat saya sendiri, ternyata tidak mudah memakai nama samaran; pertama, karena nama samaran hanya dibuat sekedar ikut-ikutan dan gaya-gayaan saja; kedua, tidak ada identitas atau ciri tertentu yang ingin diwakili oleh nama tersebut 😛 , sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, nama samaran itu berganti-ganti menjadi nama samaran yang lain sesuai perkembangan jaman 😛   hmm, jangan-jangan identitas saya berubah-ubah juga nih 😉 

Hidup udah pusing kok pengen tambah pusing? Ga usah lah yaw (pratanti)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed