loading...
NARASI WAFAT CINTA PERTAMA NABI SAW
NARASI WAFAT CINTA PERTAMA NABI SAW. Sekerat kisah kekasih abadi Rasulullah Muhammad SAW, Siti Khadijah.

NARASI WAFAT CINTA PERTAMA NABI SAW

Sekerat kisah kekasih abadi Rasulullah Muhammad SAW, Siti Khadijah.

Ketika itu Khadijah al-Kubra yg terbaring sakit di tempat tidur tak henti memandangi wajah suaminya tercinta yg setia menungguinya. Matanya merinai bulir-bulir hangat, memandang wajah pria kudus itu menghadirkan cinta seutuh semesta.

Rasulullah tahu, istri terkasihnya menangis bukan karena sakitnya, tapi sedang membeban harapan, karenanya beliau bertanya, “Wahai Khadijah, tuturkanlah?”

Air matanya makin deras sambil berujar, “Aku belum berbakti kepadamu aduhai Rasulullah,” jawab Khadijah spontan.

“Tidak…tidak..! Engkau telah mengeluarkan semua milikmu di jalan Allah,” sahut Rasulullah spontan.

Esoknya, Khadijah berkata kepada putrinya, Fathimah az-Zahra, “Duhai putriku, kurasa ajalku segera tiba, sementara aku takut sekali akan siksa kubur. Maka mintalah Ayahmu menjadikan surban yang selalu menyaksi beliau menerima wahyu untuk kafanku. Aku tak sanggup meminta langsung kepadanya.”
Lalu hadirlah Asma’ menemani beliau.

Di sebelah Fathimah, Asma’ bertanya kepada Khadijah, “Mengapa engkau menangis, sementara bagimu surga dan segala nikmatnya?

“Wahai Asma’, sebagai ibu aku tak tega melihat putriku kelak bila menikah tiada yang menemaninya di rumah yang asing, dia sendirian disana,” jawab Khadijah sambil bercucuran air mata. Asma’ pun bersumpah untuk menggantikan posisi beliau jika masih hidup.

Lama setelah kepergian Khadijah al-Kubra menuju Sang Kaliq, pada hari pernikahan Sayyidah Fatimah az-Zahra, Rasulullah saww sendiri yg menggiring onta yg ditumpangi Fatimah.

Sesampainya di rumah Imam Ali bin Abi Thalib, Rasulullah menyuruh semua orang keluar dari rumah karena Rasulullah saw akan berdoa untuk kedua mempelai.

Ternyata di sudut rumah, seorang wanita berbusana serba hitam enggan keluar. Rasulullahpun berkata, “Apakah engkau tidak tahu, aku menyuruh semua orang keluar?”
“Maaf wahai Rasulullah, bukan aku melanggarmu, tapi aku telah berjanji kepada Khadijah untuk menemani putrinya pada hari pernikahannya sampai akhir…”

Mendengar nama Khadijah disebut, Rasulullah saw pun menangis dan mendoakan mereka.

Salam duka atas wafat Sayyidah Khadijah Al-Kubra pada tanggal 10 Ramadhan 620 M

loading...