Nasib “Epistemologi”-ku (II), Tidak Kecewa, Tapi Hanya Khawatir

Saya tidak menduga posting berkategori “pribadi” ini mendapatkan respon dan hits yang cukup banyak dari pengunjung.

Sebagian pengunjung memberikan komentar. Sebagian dari komentar memberikan simpati dan dukungan seraya melukiskan ‘tragedi’ tersebut sebagai sesuatu yang membuat saya kecewa. Bahkan karena sebagian komentar, terlihat, sangat emosional mengungkapkan pembelaan, terpaksa disunting atau bahkan dihapus.

Saya tidak kecewa terhadap proyek ‘pengayaan wawasan‘ itu, karena bagaimanapun juga itu adalah inisiatif yang bermanfaat, apalagi saya memastikan bahwa pelakunya tidak menyimpan niat buruk.

Saya hanya khawatir bahwa tulisan itu divermak secara tidak epsitemik. Tapi boleh jadi, kekhawatiran ini berlebihan.

Tentang rencana penyebarannya atau penggandaannya, sejak lama saya bermaksud untuk melakukan itu setelah menelaah dan mendiskusikannya dengan beberapa teman yang kompeten dalam bidang ini. Namun karena beberapa kendala, realisasinya tertunda.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. hehe…
    sebenernya selama teman tersebut tetap menyebut nama Antum, atau keterlibatan Antum dinyatakan dengan jelas dan tegas, faktor plagiarisme itu akan hilang dengan sendirinya.
    Pembajakan karya intelektual juga akan hilang kalau pemilik hak itu mengikhlaskannya.
    Satu-satunya persoalan serius adalah kalau misalnya apa yang dari Antum itu dirubah atau dimodifikasi lalu menyebutkannya sebagai dari Antum, lantas dari sana timbul kerugian yang dianggap sebagai hasil dari perbuatan Antum. Tapi selama salinan asli dari karya Antum tetap di tangan Antum, maka semua itu bisa dengan mudah ditepis.
    Ana sendiri pernah dapatkan karya Antum tersebut semasa di “Kosmik” dahulu, yang merupakan embrio dari kurikulum “Pandangan Dunia Tauhid”. Isinya sangat bermanfaat sekali….. (Sampe “sangat” + “sekali”) 🙂

  2. salam…ustad..
    itu perbuatan tercela,tidak bisa dibenarkan, ditinjau dari aspek apapun.
    tidak bisa dibiarkan begitu saja.kecuali dia minta ma,af kepada antum.

News Feed