Skip to main content

Nasib Ilmu-ilmu Rasional…

By April 15, 200812 Comments

Lihatlah di Gramedia dan toko buku lainnya. Hadirilah majelis taklim. Tema-tema yang disuguhkan dan digemari, umumnya cenderung ‘menghibur’ (bukan mengejutkan), lembut (bukan bergelora), dan mudah dicerna (baca: tidak didasarkan pada spekulasi rasional apalagi yang diperkaya dengan wacana filosofis). Agama dan Ilmu harus tunduk pada rezim pasar. Menyedihkan, tapi itulah fakta.

Alhasil, seiring dengan trend gaya hidup yang mengutamakan instan dan terpaket, tema ‘agar-agar’ menyingkirkan tema-tema berat, seperti pandangan dunia, teologi dan lainnya. Karya-karya pemikiran mendalam Muthahhari dan Muhammad Taqi Mishbah Yazdi kurang laku, bahkan kalah oleh buku-buku ‘asal nulis’ dan oplosan, yang mengedepankan kegenitan kata, warna-warna funky dan ‘toleransi’. Inikah kematian kedua filsafat sejak dekrit Ghazali?

Bukan hanya karya-karya filosof dan pemikir yang numpuk di gudang penerbit, para pelajar yang jungkir balik selama beberapa tahun menelaah karya-karya filsafat dan ilmu-ilmu rasional menjadi terpinggirkan, dan jobless. Tragisnya, itu terjadi dalam komunitas yang semestinya memperlakukan filsafat dan pemikiran logis sebagai infrastruktur keyakinan. Apa mau dikata? Jangan berharap ada undangan pengajian buat mereka yang mendalami wordview atau mengoleksi polemik para pemikir seputar ilmu hudhuri dan ittihad al-aqil wa al-ma’qul.

Tidak hanya kehilangan kesempatan untuk berbagi ilmu, mereka juga kehilangan percaya diri karena tidak mendapatkan apresiasi, bahkan kadang harus rela dicemooh dan dicibir, karena dianggap ‘sok filosof’. Apa mau dikata? Inilah realitas compang camping. Retorika lebih diminati ketimbang silogisme… keteduhan dan kelembutan tutur tentang metode praktis “meraih cinta Ilahi” , tips-tips “mengenal ayat-ayat cinta” dan sederet aksara yang adem lebih mempesona ketimbang epistemologi, ontologi dan teologi yang dibangun di atas postulat-postulat swabukti.

Targedi telah berjalan dan mencapai titik terendah sekarang. Apa mau dikata? Tak kenal, maka tak sayang… Filsafat itu susah.. Filsafat itu melelahkan… Itu kata mereka.

Selamat tinggal…….!