NEGARA MINI KAMI

RUMAH PALING BANYAK PALING
Di rumah kontrakan ini setiap penghuninya punya predikat “paling”.
Sibungsu, satu-satunya makhluk feminin di antara anak-anak adalah “yang paling disayang”. Dia menikmati posisi itu.
Abangnya yang terpaut 2 tahun di atasnya selalu mengacungkan tangan bila ditanya “siapa yang paling diperhatikan”.
Sedangkan remaja yang saat ini menjadi siswa kelas 2 SMP terlihat puas dengan menyandang predikat “yang paling diharapkan.”
Si sulung yang lagi berada di puncak pubertasnya adalah “yang paling diutamakan”.
Ibu mereka, wanita berwibawa dan tukang dalam bidang apapun di rumah ini diberi predikat “yang paling dicintai”.
Laki beruban yang mulai menua itu kebagian “yang paling dihormati.”
Memperlakukan semua anak dengan level sayang yang sama adalah kewajiban moral. Tapi itu tak berarti menyamakan pola komunikasi dengan menafikan hak otonom dan personalitas mereka masing-masing.
Ayah dan suami yang punya banyak keterbatasan tenaga dan waktu harus rela berbagi wewenang dalam beberapa bidang domestik tanpa kehilangan posisinya sebagai “presiden” di negara mini ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed