Nekat! Demo Seorang Diri Dukung FPI

Di tengah derasnya kecaman terhadap aksi kekerasan yang dilakukan massa FPI terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKBBB), dukungan terhadap organisasi pimpinan Habib Rizieq itu tetap muncul.

Sedikit nekad, satu santri Padepokan Raudhatul Ulum Desa Klinterrejo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto menggelar aksi seorang diri menyampaikan dukungannya terhadap FPI.

Dukungan terhadap FPI ini ditunjukkan Al Amin Ranuharjo, dengan cara menggelar aksi demo tunggal di kantor DPRD Kabupaten Mojokerto. Namun, bukan aksi kekerasan yang ia salutkan dari FPI, tapi pola dakwah Islami yang dilakukan.

Aksi demo tunggal memang tergolong nekad. Pasalnya, sehari sebelumnya, ribuan anggota Banser dan GP Anshor Mojokerto ramai – ramai menghujat aksi anarkisme FPI di Monas beberap waktu lalu. Bahkan, para anggota Banser telah dibekali dengan ilmu kebal oleh salah satu tokoh di Mojokerto, Rabu (4/6).

Nekadnya lagi, pria yang sudah berumur itu membentangkan poster yang berisi tulisan ‘Anak NU Bela FPI, Ayo Berdialog’. Kontan saja, aksi Al Amin Ranuharjo ini membuat seisi gedung Dewan kaget. Orasi-orasi kecilpun ia gelar sendiri tanpa menggunakan megaphone atau pengeras suara lainnya.

”Sebagai orang yang sama-sama beragama Islam, kita harus bisa menjaga persaudaraan. Karena Islam tidak ada perbedaan. Islam membawa rahmat dan tidak menakut-nakuti pemeluknya,” ungkap Amin dalam orasinya.

Amin mengaku, banyaknya pemberitaan yang akhir-akhir ini menyudutkan FPI karena kasus kekerasaan Monas, Minggu (1/6) lalu, secara tidak langsung membuatnya ikut mencibir FPI. Ia ingin mengajak berdialog Dewan tentang masalah yang saat ini ramai dipergunjingkan di masyarakat.

Ia juga merinci empat persepsinya tentang Islam dalam orasi yang berlangsung sekitar 5 menit itu.”Pertama, secara dakwah ada dua ajaran, kebaikan dn kemungkaran. Kalau ada tindakan yang mengarah pada kriminalitas harus ditindak aparat, tapi dakwah harus tetap berjalan,” katanya.

Kedua, lanjut Al Amin, sesame orang Islam harus saling membantu. Ketiga, secara akidah, jika tak ada umat Islam yang membela sesama penganut Islam saat dirundung masalah, maka umat Islam itu sendiri yang salah.

”Dan yang keempat, secara kemanusiaan, sebagai bangsa Indonesia, kita harus saling melindungi,” ujarnya seakan menggurui semua anggota Dewan yang menyaksikan aksinya itu.

Selain menggelar orasi, ia mengaku ingin menggelar dialog dengan sejumlah anggota Dewan. Bahkan, tak hanya anggota Dewan yang ingin ia ajak dialog. Semua umat Islam yang ingin memecahkan masalah ini, ia mempersilahkan berdialog dengannya. ”Kalau anggota Dewan, atau siapa saja yang saya ajak dialog tak mau, ya nggak apa-apa. Saya hanya ingin menyampaikan niat baik ini,” tukasnya.

Aksi tunggal ini juga sempat mendapatkan perhatian anggota Dewan. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Wahyudi Iswanto, sempat menemui pendemo ‘solo’ ini.

”Meski aspirasi tunggal, kita akan tetap sampaikan ke pusat. Saya harap, semua masyarakat tak mudah terpancing dengan isu-isu yang ada,” (Sindo, Kamis, 5 Juni 2008 – 17:31 wib)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. bismillahi rahman ni rahim.

    izinkan saya menyampaikan keterangan mengenai kejadian monas.
    saya mendapatkan tulisan ini dari thread yg terdapat pada website kaskus.
    mohon maaf jika tidak berkenan.

    Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu,nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL. Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu.

    Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan. Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng.

    Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu mendapatkan perlakuan keras dari FPI.

    Lalu setelah mendapatkan ‘restu’ dari presiden Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan
    berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan kekerasan dan pengerusakan.

    Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk melancarkan aksi tersebut.

    Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang damai. Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa membubarkan aksi tersebut. Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis ketahui bahwa,

    1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM.

    2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi.

    3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan.

    4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.

    Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian. Terima kasih.

    Salam

    Nong Darol Mahmada
    nong@isai.or. id

    http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080604033625AA1sM4u

    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=893851

  2. saya mendukung penuh FPI ,
    apalagi yg kita punya untuk memerangi kemungkaran di negeri ini secara real??

    penyakit kronis umat islam yaitu takut berjihad dan cinta dunia, itu yg membuat islam jd lemah dan di injak-injak dari segala sisi baik sosial maupun ekonomi .

News Feed