“NGEMPET ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN”

Mungkin banyak friend di akun ini yang akrab dengan pola pemikiran, kecenderungan dasar dan style saya dalam memilih tema dan isu bahasan, bertanya-tanya alasan yang mendorong saya menulis beberapa artikel habib, sayyid, dzurriyah, alawi dan relasinya dengan Ahlulbait dan Itrah juga Arab, Quraisy dan Bani Hasyim. Saking banyaknya, beberapa sohib menyarankan dijadikan buku meski gairah menulis buku sudah “menopause” sejak 10 tahun silam. Mungkin karena itu sebuah akun nyeletuk sengit dengan comment “membosankan” meski jumlah penyuka, pembaca dan penyebar tulisan-tulisan yang mengupas secara blak-blakan tema mudah disalahpahami oleh masyarakat umum dan sensitif bagi kalangan internal ini lumayan banyak.
 
Tulisan terkait dengan beberapa elemen, yaitu aksi menulis, penulis, konsep atau konten, sasaran atau pembaca, metode atau cara, sarana termasuk bahasa dan gaya penulisan, latar belakang dan latar depan atau tujuan.
 
Penulisnya adalah orang yang dikenal dzurriyah dan punya secuil bekal pengetahuan tentang logika dan literatur Islam. Mungkin bila penulisnya bukan “habib”, mungkin terduga negatif. Mungkin bila penulisnya bukan Syiah, persoalannya tak sekomplek ini, karena pandangan umum Sunni tentang kedudukan dzurriyah cukup jelas, yaitu menganggap dzurriyah sebagai Ahlulbait yang suci.
 
Pembacanya bervarisasi berdasarkan kategori agama, mazhab, etnis dan lainnya. Sebagian pembaca yang menjadi objek penulis adalah orang-orang non dzurriyah yang karena disinformasi menyimpan sinisme dengan kesimpulan negatif yang general. Sebagian pembacanya adalah non dzurriyah yang karena disinformasi merawat kultus dengan kesimpulan afirmatif yang general. Sebagian lain adalah non dzurriyah yang bingung antara dua pandangan kontras di atas. Di luar tiga kelompok pembaca di atas terdapat pembaca dari kalangan dzuriyah yang dapat dibagi dalam beberapa kelompok karena perbedaan mazhab yang mempengruhi sikap dan pandangan.
 
Sebagian besar dari dzuriyyah di Indonesia bermazhab Sunni dan sebagian kecil bermazhab Syiah. Nah dalam komunitas dzurriyah Syiah ada perbedaan pandangan yang belakangan ini menjadi polemik yang cukup sengit karena komentar yang muncrat di WAG (bukan di akun ini) sudah melampaui pedasnya sambel warung “Ayam kepruk” seperti “sesat dan menyesatkan” dan beberapa diksi yang sulit ditafsirkan sebagai keceplosan dan penggiringan opini bahwa menampilkan pandangan ini menafikan kemuliaan status dzurriyah dan “phobia habib”. Di sinilah makna “sebagian ngempet adalah bagian dari iman” bisa diresapi.
 
Bersambung……..

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed