NIKMATI KEYAKINANMU!

Orang yang pernah sepikiran denganmu dan kini punya pikiran berbeda denganmu sangat mungkin mengenal pikiranmu tapi tidak sebaliknya. Jangan sombong dengan pikiranmu.
Nikmati keyakinan dan pikiranmu tanpa menganggapnya sebagai bocoran dari langit khusus buatmu.
Jangan hamburkan usia untuk menekan orang lain yang menganggap ujaran benci sebagai risiko yang sepadan dengan karunia kebebasan memilih keyakinan sendiri.
Keyakinan yang kau banggakan itu biasa-biasa saja bagi yang tak sekeyakinan denganmu. Tak perlu mules hanya karena menemukan banyak yang tak sekeyakinan denganmu.
Nikmati atau makan dan telan habis keyakinanmu. Tapi kuatkan hatimu bila menemukan orang lain yang tidak sekeyakinan denganmu.
Orang yang menuduh kelompok lain punya Quran sendiri adalah orang yang tanpa sadar mendustakan janji Allah untuk melindunginya.
Orang yang menuduh Mutah itu zina adalah orang yang tanpa sadar menganggap Nabi pernah menghalalkannya.
Orang yang kamu jadikan gawang fitnah dan tuduhan-tuduhanmu tak membantah bukan karena tak mampu tapi karena argumen-argumennya terlalu mulia untuk membantah hatespeechmu.
Intinya, keyakinan apapun tidak akan kebal dari kritik dan punya sisi kelemahan, karena pada dasarnya ia adalah produk pemikiran spekulatif.
Jadilah Muslim, Sunni atau Syiah tanpa menempuk dada pongah. Di luar sana banyak orang yang mungkin lebih pandai dan baik darimu.
Sesesat apapun keyakinan lain tak akan mengganggu keyakinanmu yang kokoh. Kamu hanya perlu lebih tenang. Hatespeech justru mengurangi pesonamu.
Kamu bukan nabi dan yang berbeda keyakinan denganmu bukan rasul. Sesama insan relatif tidak perlu mengaku benar secara mutlak.
Silakan berbangga dengan Keyakinanmu. Tapi itu biasa-biasa saja bagi yang tak sekeyakinan denganmu. Tak perlu mules hanya karena menemukan banyak yang beda denganmu.
Kamu beruntung karena memilih keyakinanmu. Orang lain beruntung karena memilih keyakinannya yang lebih penting dari keyakinan adalah alasan memilihnya.
Selamat memilih keyakinanmu. Tapi jangan seenaknya menganggap orang sengaja memilih jalan neraka hanya karena memilih keyakinan yang berbeda.
Dengan keyakinanmu, kamu hanya satu dari milyaran manusia yang mencari kebenaran dengan caranya masing-masing. Kamu bukan satu-satunya orang yang peduli dengan kebenaran.
Berhentilah berangan-angan jadi mitra Tuhan dalam kebenaran. Kamu, apapun agama dan mazhabmu, hanya bermodal persepsi mendekati kebenaran, ukan jadi kebenaran.
Dunia adalah area mempersepsi kebenaran bukan menetapkan. Mempersepsi kebenaran tidak berarti menemukannya.
Bila merasa menemukan kebenaran, sadarlah kamu menemukan citra kebenaran, bukan kebenaran itu sendiri. Bersabarlah karena sabar adalah bungkusnya.
Kamu tidak sebodoh sebagian orang tapi juga mungkin tidak sepandai sebagian orang. Orang lain seserius kamu soal pencarian kebenaran.
Jadilah Muslim, Sunni atau Syiah tanpa menepuk dada pongah. Di luar sana banyak orang yang mungkin lebih pandai dan lebih baik dari anda.
Jadilah Muslim yang realistis dan rendah hati dengan tidak mengklaim negeri ini milik 1 golongan karena asasnya bukan agama apalagi mazhab.
Menjadi Muslim atau non Muslim, menjadi Sunni atau Syiah atau lainnya tidak perlu pengakuan dari siapapun.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed