NIR LOGIKA

Tanpa logika, pandangan, sikap dan prilaku cenderung ambivalen, pragmatis, kompromis dan inkonsisten.

Tanpa logika, alur pikiran cenderung acak dan tak memproduksi pikiran yang dapat dipertanggungjawabkan.

[ads1]

 

Tanpa logika, info tentang ajaran agama menyisakan banyak tandatanya dalam benak audien.

Tanpa logika, kebenaran ditentukan oleh kuasa, harta, pesona dan angka.

Tanpa logika, pribadi kehilangan kemandirian berpikir, berkeyakinan dan bertindak.

Tanpa logika, solusi atas setiap masalah tak berpola bahkan menciptakan masalah lain.

Tanpa logika, tuturan terdengar seperti bunyi-bunyi tak bermakna.

Tanpa logika, tulisan terlihat seperti coretan dan garis-garis tak beraksara.

Tanpa logika, agama adalah senarai utopia.

Tanpa logika, setan yang mahajahat bisa dipahami sebagai “Tuhan” yang mahajahat.

Tanpa logika, sorga yang merupakan altar kesucian yang abadi dipahami secara skriptual sebagai zona serba jorok.

[ads1]

 

Tanpa logika, kebahagiaan transenden di akhirat dilukiskan sebagai pesta libido tanpa jeda.

Tanpa logika, Tuhan yang mahakuasa diyakini seolah tiran despotik sewenang-wenang.

Tanpa logika, Muhammad SAW yang merupakan cahaya prima diperlakukan sebagai pemimpin yang tak punya proyeksi masadepan misinya.

News Feed