NON MUSLIM INTOLERAN

Intoleransi, akibat kebodohan, bisa menjangkiti siapapun dan kelompok agama apapun, tak hanya marak dalam masyarakat Muslim. Keunggulan kuantitatif dan rasa khawatir tersaingi merupakan virus utamanya.

Saya sering menemukan banyak tulisan dan comment sinis tentang Islam yang ditulis orang-orang yang dari nama mereka terduga tak beragama Islam di bawah berita media online.

Saya tentu kecewa karena saya berusaha bersikap toleran terhadap apapun yang berbeda dengan keyakinan pilihan saya. Tapi saya berusaha memaklumi sikap itu didasarkan pada pengalaman personal dan sosial dan fenomena intoleransi, diskriminasi dan ujaran kebencian yang disebarkan oleh sejumlah agamawan dan kelompok ekstremis yang membawa-bawa nama Islam dan umat Islam.

Banyak orang non Muslim keburu mengeneralisasi pandangan negatif terhadap Islam dan umat Islam karena yang terlihat di permukaan justru orang-orang yang secara terbuka menunjukkan kebencian kepada penganut agama lain, terutama Kristen dan para pemeluknya.

Banyak dari mereka mengira Islam hanya diwakili oleh satu kelompok dan aliran serta mengira di negara-negara Islam lainnya pun demikian. Mereka tidak tahu bahwa kebencian sebagian orang Islam kepada sesama Muslim yang berbeda aliran dan kelompok justru lebih dahsyat dari kebencian kepada non Muslim. Mereka mungkin tidak tahu bahwa Kelompok minoritas Islam Syiah lebih menderita ketimbang minoritas Kristen dan lainnya di sejumlah negara berpenduduk Muslim.

Tak hanya itu, akibat propaganda media Barat, mereka membenci Iran dan Syiah. Padahal secara teologis dan hukum agama, pandangan dan sikap mazhab Syiah tentang aneka isu, terutama tentang posisi agama lain dan penganutnya, tidaklah sama dengan lainnya. Mereka pukul rata pandangan terhadap ISIS dan Hezbollah. Padahal keduanya berbeda senyata cahaya dan gelap dalam pandangan dsn gerakan.

Saya menyimpulkan hal ini dari perkenalan via medsos dengan seorang psikolog nasrani. Dia sangat terkejut setelah menemukan dua aliran besar dalam masyarakat Muslim yang sangat kontras dalam menyikapi non Muslim. Karena terkesan dengan pandangan-pandangan Syiah, dia sekarang menjadi sahabat dan mitra diskusi saya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed