NUSANTARA YANG MAJEMUK DAN DINAMIS

Islam, sebagai agama yang diyakini berisikan ajaran Tuhan yang diwahyukan kepada Nabi, tidak menerima segala bentuk atribut yang mereduksi sakralitasnya dan membatasi universalitasnya, berupa atribut etnik, tempat, kultur, waktu dan sebagainya.

Islam hanya punya satu versi, yaitu Islam sebagai wahyu yang diterima Muhammad SAW tanpa atribut waktu dan tempat tertentu bahkan mazhab, Sunni, Syiah, Wahabi juga Nusantara. Islam Sunni adalah Islam yang diyakini dalam perspektif Sunni, demikian pula lainnya.

Islam Nusantara bukanlah Islam edisi nusantara, tapi Islam yang diamalkan oleh Muslim di Nusantara dengan kultur khas Nusantara tanpa menambahkan atau mengurangi esensi ajarannya. Masyarakat lain di luar Nusantara juga berusaha mengamalkan Islam sesuai budaya masing-masing. Karena itu tak ada seorang pun yang berhak mencemooh Arab, Persia, China dan lainnya hanya karena menerima Islam dengan kultur Jawa atau Nusantara.

Yang juga perlu diperhatikan ialah, A) Nusantara adalah wilayah luas yang menghimpun aneka kelompok dengan ragam budaya. Karenanya, budaya Nusantara adalah sesuatu majemuk dan tidak tunggal. Atas dasar itu, ia tidak boleh diidentikkan dengan budaya kelompok tertentu dalam Nusantara; B) Apapun yang diterima oleh masyarakat Nusantara ternyasuk yang datang dari luar Nusantara adalah bagian dari budaya Nusantara. Karenanya tak bisa dibatasi dengan budaya primordial semata.

Yang menyedihkan bila orang yang mengaku sebagai pembela Islam Nusantara mengkritik dan mengecam kelompok intoleran dengan cara yang tak selaras dengan karakter Nusantara.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed