Obama: Jangan Biarkan PBB Keluarkan Resolusi Kecam Israel

Malcom X punya sebutan sinis untuk para afro-amerika yang berwatak Yankee, yaitu ‘house nigger’ karena selalu melayani kepentingan kaum bule sebagai babu, baby sitter, juru maasak dan sebagainya. Mungkikah julukan itu layak dianugerahkan kepada Barack Obama?

Senator Demokrat, sekaligus kandidat presiden AS, Barack Obama, pada 23 Januari, menulis surat kepada duta besar AS untuk PBB, Zalmay Khalizad, yang meminta sang dubes untuk memastikan agar Dewan Keamanan PBB tidak mengeluarkan pernyataan atau resolusi apa pun mengenai tindakan Israel terhadap Jalur Gaza.

Di awal karirnya, Obama relatif memiliki perspektif yang seimbang tentang konflik Israel-Palestina. Sebagai contoh, dalam kampanyenya untuk Kongres pada 2000, Obama mengkritik kebijakan pemerintahan Clinton yang mendukung pendudukan dan kebijakan-kebijakan Israel tanpa reserve.

Namun dalam dua tahun terakhir, Obama mulai mereposisi menjadi pendukung kebijakan pemerintah Israel garis keras. Bahkan dalam beberapa hal, pernyataannya tidak jauh berbeda dengan pemerintahan Bush.

Ketika diminta oleh beberapa aktivis perdamaian untuk mendesak pemerintah Israel agar mengakhiri kolonisasi dan pendudukan ilegal atas wilayah-wilayah Palestina, Obama berkata, “Kita jangan sampai mendikte apa yang terbaik buat Israel dan kepentingan keamanannya, dan jangan sampai ada perdana menteri Israel yang merasa dipaksa untuk maju ke meja perundingan.”

Berikut ini adalah surat sang Senator kepada Khalizad. Surat itu akan berbicara dengan sendirinya bagaimana kini Obama mulai belajar mencintai Israel.

Duta Besar Khalilzad yang terhormat,

Saya memahami bahwa hari ini Dewan Keamanan PBB bertemu berkaitan dengan situasi di Gaza, dan bahwa sebuah resolusi atau pernyataan akan segera dikeluarkan dari Dewan itu.

Saya mendesak anda untuk memastikan bahwa Dewan Keamanan tidak mengeluarkan pernyataan dan resolusi apa pun mengenai persoalan ini yang tidak sepenuhnya mengecam serangan roket (istilah roket selama ini agak berlebihan mengingat yang dimaksud sebenarnya adalah bom-bom pipa—red) oleh Hamas yang diarahkan kepada warga sipil di selatan Israel…

Semua kita prihatin mengenai dampak dari penutupan perbatasan terhadap keluarga-keluarga Palestina. Namun demikian, kita harus memahami mengapa Israel terpaksa melakukan hal itu…Israel memiliki hak untuk merespon sementara pada saat yang sama meminimalisasi dampaknya terhadap warga sipil.

Dewan Keamanan seharusnya secara jelas dan eksplisit mengecam serangan roket itu…jika ia tidak bisa menjadikan pemahaman ini sebagai poinnya, maka saya mendesak anda untuk memastikan bahwa ia tidak mengatakan sesuatu apa pun.

Barack Obama

Senator Amerika Serikat

(www.icc-jakarta.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 comments

  1. tembok Berlin yg memisahkan Jerman Barat & Jerman Timur sudah diruntuhkan
    Bagaimana dg tembok Jordan yg memisahkan keturunan Ibrahim?
    iskak & Ismail, Yahudi & Arab?
    Biar ‘wong Jawa’ yang ‘munjung banyu’ sama Bapak Ibrahim kalo anak-anaknya sendiri selalu ‘munjung geni sawuwungan’
    cuma sayang kita yg di Nusantara, di belahan dunia yang lain, seringkali ikut2 panas hati angkat senjata demi kutus individu yang takmasuk akal, demi kebenaran yg mencla-mencle & kebohongan2 yang selalu dijelmakan sbg Dewi Sinta yang diculik Rahwana di manca sana

  2. Zionis TETAP zionis! Dulu kukira Obama itu Muslim. Ah, ternyata aku tertipu hanya karena dia menyandang nama Husein.

    Tak beda dengan politikus di Indonesia. Sebelum menjadi presiden, selalu vokal dan lantang berkoar-koar membela rakyat kecil. Begitu menjabat, pada saat itulah ia menjadi macan ompong.

    Obama, awalnya menarik simpati Muslim dunia, menawarkan bila dirinya prsiden Amerika, maka Amerika tak kan lagi garang. Tapi mana mungkin menjadi presiden amerika tanpa membela kepentingan Israel.
    Dasar zionis! Eh, babu zionis ya!

  3. Mudahan -mudahan ia takiyah…. ha.. ha, tapi kalau benar seperti itu analisa saya: ” Namanya Barack Obama”, pantas kalau dia jadi babu zionis, soalnya ia lahir dibarak-barak yg kumuh.

  4. siapapun yang terpilih menjadi presiden Amerika Serikat, baik itu McCain atau Obama tetap aja dia jadi budaknya Israel lagipula mana ada sich Presiden Amerika yang tidak pro Yahudi atau Israel

  5. Beberapa saat yg lalu, banyak muslim Indonesia banga dengan Obama, aneh. Kini kebangsatan Obama mulai nampak. Obama tidak akan mungkin lepas dari jeratan Zionis. Dia bukan superman yang mampu melepas jeratan Zionis dan hegemoni Zionis di USA. Sewaktu Obama masuk menjadi kandidat president USA -yang ‘pasti’ telah berjanji menjadi Anjing penjaga Zionis- sudah dapat dipastikan ia bakal mati-matian membantu Zionisme Internasional.

    Namun, Zionisme berdiri dan bertumpu di atas jkebohongan. Sewaktu kebohongan itu tersingkap maka binasalah Zionisme dari dunia ini. Kini kebohongan-kebohongan itu mulai tersingkap dan aroma kehancuran Zionis sudah sangat merebak ke seantero penjuru dunia. Dan Zionis siap gulung tikar…

    Sudaj menjadi Sunnatullah bahwa kezaliman akan binasa. Zionis sudah melakukan kezaliman di luar batasnya. Kini Sunnatullah itu akan segera mengenai Zionis. Ia akan segera lenyap di telan bumi. Para pendekar tentara Muhammad akan segera muncul untuk membumi hanguskan Zionis di seluruh dunia.

  6. obama ternyata orang yang munafik…..
    maunya aj kena babu orang kafir kyk israel
    obama obama gk ada orang yang sama kyk josh bush kecuali obama dan para orang yang sepaham

  7. obama tidak 100% “nigger”, tetapi 50% nigger atau mungkin kurang dari itu … menurut banyak sumber. jadi sebenarnya ia sedang mengabdi ke angsa satu-rasnya sendiri.

News Feed