Obama Kecam Hillary soal Pernyataannya tentang Iran

Kandidat presiden Amerika Serikat dari partai Demokrat, Barack Obama, menyamakan sikap rivalnya, Hillary Rodham Clinton, dengan Presiden George W. Bush mengancam akan memorakporandakan Iran jika Teheran menggencarkan serangannya ke Israel. Menjelang pelaksanaan pemilihan pendahuluan di North Carolina dan Indiana, 6 Mei 2008, Barack Obama menyebut kebijakan mantan ibu negara AS itu di dalam negeri, soal pencabutan pajak gas tahun ini, sebagai suatu tindakan populis.

Obama dan Hillary memperdebatkan kebijakan luar dan dalam negeri dalam kampanye terpisah untuk mencoba mengumpulkan dukungan menjelang dilangsungkannya pemilihan pendahuluan di 2 negara bagian. Hasil beberapa jajak pendapat di Indianapolis menunjukkan persaingan ketat kedua kandidat presiden dari partai Demokrat ini. Jajak pendapat ini juga menunjukkan Hillary mendekati keunggulan Obama dalam meraih dukungan menjelang pemilihan pendahuluan di North Carolina.

Dalam wawancara Meet the Press dengan televisi NBC, Obama memberikan kritik atas pernyataan Hillary seputar reaksinya terhadap Iran apabila Israel digempur senjata nuklir Iran. “Saya ingin warga Iran mengetahui bahwa apabila saya terpilih sebagai presiden, AS akan menyerang Iran,” jelas Hillary dalam wawancaranya dengan ABC, 22 April lalu. “Dalam 10 tahun mendatang, apabila ada kemungkinan Iran menggencarkan serangan ke Israel, maka AS akan menghancurleburkan Iran,” tegasnya.

“Bukan pernyataan itu yang kita perlukan saat ini. Saya rasa pernyataan ini mewakili arogansi dan ancaman Presiden Bush,” komentar Obama terhadap pernyataan Hillary itu. “Senator Hillary menerangkan selama kampanye bahwa kandidat presiden tidak menspekulasikan Iran dan bertindak mawas diri saat mencalonkan diri sebagai presiden. Hillary mengkritik saya beberapa kali masalah ini, namun belakangan justru ia sendiri yang mengeluarkan pernyataan keras pada masalah Iran,” tegas Obama.

Hillary membantah kritik Obama yang menyamakan ia dan kandidat presiden dari Partai Republik, John McCain, karena mendukung pencabutan pajak gas musim panas tahun ini. Sebagian besar ekonom AS menentang rencana istri Bill Clinton itu.

Hasil jajak pendapat CBS News menunjukkan, 49 persen pemberi suara berpendapat pencabutan pajak gas pada musim panas tahun ini bukan pemikiran yang tepat. Hanya 45 responden yang menilai hal tersebut sebagai ide yang tepat.

Berdasarkan perhitungan Associated Press, Obama unggul dalam pengumpulan delegasi ketimbang Hillary. Obama mengumpulkan 1.742,5 delegasi, sementara Hillary 1.607,5 delegasi. “Kubu saya yakin bahwa saya akan keluar sebagai nomine Demokrat,” kata Obama yang berharap dapat memenangi pemilihan pendahuluan pekan ini untuk menekan kemerosotan dukungan terhadap dirinya. Meskipun dukungan terhadap Obama menunjukkan penurunan, secara matematis Hillary akan sulit mengejar keunggulan senator Illinois itu dalam mengumpulkan delegasi. (Kompas, Senin, 5 Mei 2008)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed