Obama: Suara Adzan Terindah

Popularitas dan kemenangan Senator Barack Obama yang begitu luar biasa membuat lawan-lawan politiknya gencar melakukan apa saja untuk menjatuhkannya.

 

Isu mengenai Obama menganut agama Islam telah lama beredar bahkan belakangan ini semakin gencar. Dalam perjalanan ke beberapa negara bagian Amerika Serikat pada minggu lalu- seperti Florida, Arkansas, dan Texas-isu Obama yang menganut Islam dimunculkan oleh kelompok-kelompok yang tidak ingin melihat tokoh politik berkulit hitam ini masuk ke Gedung Putih.

 

Dalam sebuah ceramah di Hendrix College di Little Rock, Arkansas, dua pekan lalu, masih muncul pertanyaan soal apakah benar Obama beragama Islam. Isu ini dipertanyakan setelah muncul banyak e-mail di beberapa kota di wilayah selatan AS yang menyudutkan Obama.

 

Isu madrasah di Indonesia pun menjadi hangat. Bahkan, muncul isu bahwa Obama adalah tokoh Muslim yang secara diam-diam akan menerapkan hukum Islam di Amerika Serikat (AS). Namanya pun diselipkan dengan nama Islam “Hussein” menjadi Barack Hussein Obama.

 

Yang lebih mengejutkan lagi, senator dari Illinois ini dituduh anti-Kristus. Para pendukung teori ini mencoba untuk menjelaskan dengan rinci mengapa Obama anti-Kristus. Buktinya, Obama mengklaim dirinya sebagai penganut Kristen.

 

Isu ini memang beredar cukup luas dan membuat wartawan CNN menanyakan hal itu kepada Pendeta John Hagee, seorang tokoh Kristen evangelis, mengapa Obama dipandang antiKristus? Tuduhan ini bersifat fanatis, sama halnya dengan tuduhan Yahudi terhadap Islam fundamentalis.

 

Agama, warna kulit, golongan, dan etnis masih tetap sebagai prasangka yang membuat seseorang mengambil keputusan atau membuat pilihan. Apa pun tuduhannya, Obama tetap menghargai Islam sebagai agama. Dalam wawancaranya dengan New York Times, Obama mengakui bahwa adzan maghrib adalah salah satu suara terindah di muka bumi ini saat matahari terbenam.

 

Dua lawan politik Obama, Senator Hillary Clinton dan Senator John McCain tetap berhati-hati untuk menggunakan isu agama ini dalam menyerang lawan mereka. Pada minggu lalu, saat diwawancara di sebuah acara televisi apakah Obama seorang Muslim?

 

Hillary membantah dengan tegas. Namun, Hillary menambahkan dengan kata-kata “sepengetahuan saya.” McCain lebih simpatik dengan mengecam pembawa acara radio yang menyebut Obama dengan nama Barack Hussein Obama.(*) (sindo/Senin, 10 Maret 2008 – 08:53 wib)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

  1. “Agama, warna kulit, golongan, dan etnis masih tetap sebagai prasangka yang membuat seseorang mengambil keputusan atau membuat pilihan.” Saya tertarik dengan kata-kata ini, tapi saya perya dimanapun Mayoritas akan berbicara meskipun kadanga gelap mata. Nah saya sedikit bingung dengan banyaknya blogger yang menyela amerika dengan mengharapkan Demokrasi seperti yang amerika dengungkan. Nah bagaimana dengan dinegara kita? Apakah kita siap jika kita dipimpin oleh Komunitas Kristen, meskipun adalah Putra/Putri terbaik. Bisa saja kita katakan ya, namun secara umum …. kita bisa jawab… Oleh karena itu adalah bijak kita menyikapi hal itu dengan tidak kasat mata… He he he he.. Salam kenal..

  2. Rakyat Amerika Boleh Benci Obama atau whatever…, tetapi merka tidak akan bisa membohongi hati nurani mereka , mereka tau yang terbaik selama mereka mengikuti hati nurani mereka

  3. satu yang harus diketahui Islam sama sekali tdak butuh bantuan Obama, hanya untuk menghancurkan Amerika… benar Pernyataan ayatullah Khamenei: siapapun president Amerika tetap akan berpihak pada kepentingan Yahudi…

  4. Kalau benar dia seorang Muslim ,pasti ada sebabnya mengapa dia menidakkan status agamanya.Memandangkan perjalanan politiknya baru bermula,kita lihat sahaja akan segala tindak-tanduknya.Adakah dia benar-benar akan memperjuangkan nasib saudara-saudara kita yang berada diPalestin,Kosovo,Checnya,Mindanao,Pattani dan banyak lagi.Jika beliau bukan seorang Muslim,harap agar dia lebih toleransi demi keamanan sejagat.AMiN.

News Feed