Skip to main content

PAHLAWAN YANG HIDUP

By November 10, 2016No Comments

Setiap kali 10 November menghampiri kalender nasional, kita mengenang Bung Tomo dan arek-arek Suroboyo.
Itulah Hari Pahlawan. Ia adalah salah 1 kata serapan dari Persia yang berarti “orang yang rela berkorban demi kepentingan orang lain.
Ada 3 macam pahlawan; kemanusiaan, agama & bangsa. Yang pertama adalah orang yang berkorban untuk manusia tanpa membedakan agama & bangsa.
Ke-2 adalah orang yang berkorban untuk agamanya tanpa mmbedakan bangsa. Ke-3 adalah orang yang berkorban untuk bangsanya tanpa membedakan agamanya.
Disebut pahlawan bukan karena cara matinya tapi karena makna hidup yang diyakininya dan cara hidup yang dipilihnya.
Pahlawan gugur dan dikenang tapi kepahlawanannya hidup dan diteladani. Pahlawan adalah sosok yang terisi oleh kepahlawanan.
Pahlawan punya hari khusus untuk dikenang tapi kepahlawanan lestari kapan dan di manapun.
Predikat pahlawan bisa disandang individu, bisa pula disandang masyarakat. Masyarakat pahlawan terdiri dari individu-individu pahlawan.
Individu-individu pahlawan adalah setiap orang yang memiliki otonomi moral, mengetahui hak dan kewajibannya sebagai bagian dari masyarakat.
Yang lebih perlu dikenali dari pahlawan dan kepahlawanan adalah musuh pahlawan dan anti kepahlawanan.
Musuh pahlawan adalah individu dalam masyarakat yang menganggap individu-individu lain sebagai objek agresi, eksploitasi dan intimidasi.
Anti kepahlawanan adalah prilaku individualistik yang mendorong musuh pahlawan melakukan kerusakan demi kepentingan dirinya.
Korupsi dan intoleransi adalah 2 musuh kepahlawanan. Koruptor dan ekstremis intoleran adalah pasangan antagonis bagi pahlawan.
Disebut musuh pahlawan karena koruptor dan ekstremis menghancurkan negara dan bangsa yang dipersembahkan oleh para pahlawan.
Korupsi adalah perusakan bisa dilalukan oleh siapa saja, pejabat dan rakyat, elit dan alit, di parlemen dan trotoar.
Intoleransi yang merupakan rahim ekstremisme adalah anti kepahlawan dan para penganjur sektarianisme adalah penghina pahlawan.
Masyarakat pahlawan tidak merusak sarana publik, tidak mencuri listrik, membayar pajak dan menentang ajakan kebencian berkedok agama.
Selain pahlawan-pahlawan yang dikenal.dan diabadikan, banyak pahlawan tak ternama dan tidak ketahui yang boleh jadi jasanya lebih besar dari yang dikenal.
Takbir yang dipekikkan Bung Tomo dan Arek-arek Suroboyo telah menjadi senjata yang lebih ampuh dari tank dan senapan penjajah.
Ironis! Sebagian orang yang mengaku relijius malah membid’ahkan upacara mengenang pahlawan dan mensyiriklan kunjungan ke makam mereka.