Skip to main content

Tiga Tokoh Palestina: Setelah Gaza, Hizbullah, lalu Suriah, dan Terakhir Iran

By January 15, 20096 Comments

atwaan3irikatshallah

Melihat sikap malas para pemimpin Arab yang meributkan isu-isu tak penting seperti soal perlukah menghadiri KTT di Doha yang  khusus membahas agersi Israel atas Gaza ataukah cukup menjadi salah satu agenda KTT di Kuwait mendatang, para tokoh Palestina, baik di Gaza, Tepi Barat maupun yang di luar,  mulai kehilangan kesabaran.

Tiga tokoh Palestina, yaitu Atwan, Pemimpin Redaksi Suratkabar Al-Quds Al-Arabi, Wakil Pemimpin Al-Jihad Al-Islami, Mahmud Shallah, dan Iriqat, salah satu orang terdekat Mahmoud Abbas, dalam wawancara dengan televisi Aljazeera (Kamis pukul 20.00)  secara terangan-terangan menunjuk hidup Arab saudi, Mesir dan rezim-rezim yang dikenal “moderat” sebagai kaki tangan Amerika yang turut mendukung pembantain warga Gaza.

Saat ditanya alasan keterlibatan rezim-rezim Arab moderat itu dalam agresi Gaza, mereka mengatakan bahwa tujuannya adalah mamaksakan opsi perundingan dan membasmi milisi-milisi perlawanan.

“Target Isarel, Amerika dan sekutunya kedua adalah Hizbollah, lalu Suriah dan terakhir Iran. Ini adalah skenario yang bisa dilihat oleh siapapun,” tegasnya.

Dalam pernyataan yang berapi-api, Shallah menegsakan bahwa Gaza tidak akan jatuh meski agresi Israel berlangsung 1000 tahun.

Saat ditanya apa yang bisa dilakukan oleh negara-negara Arab selain turut bertempur, ketiga tokoh dari tiga kelompok berlainan itu bersepakat untuk menganggap kekayaan minyak, gas dan lainnya sebagai sarana tekan terhadap Amerika untuk mengubah kebijaksanaannnya di Timur Tengah.