Peci dan Korupsi

Beberapa hari lalu sebuah harian memuat dua berita kasus korupsi. Yang menarik bukan beritanya, namun foto dua tersangkanya. Keduanya sama-sama memperlihatkan ‘paras saleh’ seraya mengenakan pakaian serba putih lengka pdan peci putih.
Ada yang lebih dramatis. Sebagian maling berdasi itu selama masa persidangan memelihara jenggot dan menunjukkan prilaku saleh formal. Para wartawan bodrex pun mengeksposnya sesuai order. Yang lebih menjengkelkan, kadang ada ‘badut-badut’ berpakaian ala ‘superman bersorban’ bersama kru bayarannya menjenguk koruptor yang sedang uzlah di LP atau sel tahanan Kepolisian, bahkan kadang di hadapan kamera mendoakan dan menyatakan dukungan dan simpati.
Rupanya peci dan koko bukan hanya trend musiman saat menjelang pilkada dan pemilu, para terdakwa kasus korupsi uang negara pakai muslihat ‘eksploitasi simbol agama’ seraya berharap mampu mempengaruhi sisi sentimen kagamaan hakim dan menyelamatkan sisa muka yang hancur di tengah opini publik.
Tapi masyarakat kita kini makin cerdas dan tidak mudah dikelabui dengan permainan simbol-simbol agama. Korupsi yang dilakukan oleh siapapun adalah tindakan yang harus diperangi karena ia adalah kejahatan ifsad fil-ardh (perusakan di muka bumi). Karena dampaknya yang sangat luas dan bahkan mengakibatkan hilangnya nyawa, maka hukuman mati terhadap kasus-kasus besar korupsi adalah balasan yang setimpal.
Syukurlah, gugatan terhadap undang-undang hukuman mati telah ditolak MK. Itu berarti para negara perlu memberikan efek jera dengan menghukum mati kopurtor kakap.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Benar Ustad,korupsi tidak memandang kaya/miskin,bahkan yang kaya biasanya yang lebih rakus/korup.Sayang budaya korupsi/suap seperti menjadi sesuatu yag lumrah dinegara kita.Saya sendiri sudah sangat muak jika dalam pekerjaan saa harus berhadapan dengan mereka bahkan pekerja-pekerja ditempat saya sering jadi korban pemerasan oknum-oknum krup yang kadang bertitel haji dan berhaji dari hasil korupsi dan meras.
    Salam,alumni Rausyan Yk

  2. HIDUP PECI…..!!!!!!!!!!
    Peci cap MANGGA
    Peci cap ONTA DUDUK
    Peci cap MBAH JENGGOT
    Peci cap KORUPTOR NYENGIR (Peci ini banyak beredar di kalangan pejabat)

  3. aku jadi berpikir ternyata nenek moyang kita pinter memprediksi kondisi masa kini atau mungkin ini dah jadi tradisi. kenapa aku bilang gitu masih ada nggak yang inget ama peribahasa " musang berbulu domba" nah kayak gitu tuch tingkah laku tuh koruptor, pake bulu domba buat nyembunyiin bulu srigalanya he he he , peribahasa ini dah lama makanya bisa jadi hal-hal kayak gini merupakan budaya yg terus diturunkan dari generasi ke generasi

News Feed