#PELAKOR (bag 1)

Meskipun tidak ditetapkan secara resmi dalam bahasa sebagai sebuah kata dan akronim, pelakor sudah dipahami sebagai istilah populer berarti perebut laki orang. Yang diberi predikat ini umumnya adalah perempuan berstatus janda.

Setidaknya, ia merupakan salah satu problema laten dalam rumahtangga, terutama poligami.

Perempuan adalah manusia yang secara fisiologis (biologis) berfungsi sebagai penerima laki, secara psikologis berfungsi sebagai pasangan laki dan secara sosial berfungsi sebagai elemen pembentuk masyarakat. Ini menurut saya yang saya pahami dari pandangan Syiah.

Janda adalah perempuan yang telah berpisah dengan suami karena perceraian dan kematian suami.

Keperempuanan merupakan fakta substansial, sedangkan kejandaan merupakan fakta aksidental. Perempuan adalah entitas real, sedangkan janda adalah entitas konvensional.

Pelakor adalah istilah yang tidak fair karena mengesankan bahwa yang tertuduh hanya perempuan sebagai subjek pelaku (perebut) dan laki sebagai objek yang direbut. Padahal mungkin sebagian besar inisiasi itu dari pria.

Yang dicap pelakor tak selalu jahat. Kadang menjadi perusak rumahtangga dan biang kehancuran hubungan. Kadang dia adalah korban penipuan pria beristeri yang mengaku duda bahkan jejaka.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed