Pengemis Intelek Masuk Kompleks Permukiman

Menjelang Idulfitri 1428 Hijriyah, sejumlah pengemis “intelek” atau “berduit” ramai-ramai memasuki kompleks permukiman penduduk di Kota Banjarmasin, kata para ibu rumah tangga hari Sabtu.

Istilah pengemis “intelek” atau “berduit” itu dilontarkan sejumlah ibu rumah tangga (IRT) di Banjarmasin karena mereka meminta-minta dengan berpakain lumayan rapi (tidak lusuh), dan menggunakan sepeda motor.

Pengemis itu mendatangi rumah-rumah penduduk di kompleks permukiman dengan cara memarkir sepeda motor di kejauhan dan ditunggui rekannya.

Mereka mendatangi rumah-rumah penduduk dari pintu ke pintu dengan terlebih dahulu mengucapkan salam sebagaimana kaum muslim pada umumnya, sembari berkata, “Zakatnya Bu Haji atau zakatnya Pa Haji.”

Kalau pemilik/penghuni rumah keluar dan menyatakan tak ada zakat, maka peminta-minta itu berkata lagi, “Kalau ‘kadada’ (tidak ada) zakat, minta sadakah ‘barang’ (saja.”)

Pengemis itu terdiri atas kaum wanita yang kedatangan mereka seakan berkelompok empat sampai lima orang, keluar masuk kompleks permukiman penduduk, seperti terjadi di kawasan Kompleks Pemurus Permai, Beruntung Jaya dan kompleks perumahan Banjar Indah.

Beberapa kepala rumah tangga di kompleks permukiman penduduk itu mengaku heran atas sikap wanita yang nampak berbadan sehat, berwajah lumayan dan berpakaian relatif baik tersebut mau meminta-minta ke rumah-rumah penduduk.

 “Anehnya mereka meminta-minta dengan menggunakan sepeda motor. Apakah mereka itu peminta-minta sesungguhnya atau hanya sebuah modus yang belum diketahui di balik semua itu,” ujar beberapa kepala rumah tangga dalam percekapan mereka dengan ANTARA Banjarmasin.

Peminta-minta yang datang berkelompok itu cukup mengusik ketenangan penduduk, karena selain tak ragu-ragu mengetuk pintu rumah dengan keras selagi waktu istirahat, juga dikhawatirkan kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terutama saat pemilik rumah lagi sedang tiada di tempat.

Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah peminta-minta itu makin bertambah saat mendekati Lebaran atau tinggal tiga-dua hari lagi Idulfitri, dengan perilaku berbagai cara antara lain membagi-bagi amplop dan mengedarkan celengan, seakan memintakan sumbangan untuk keperluan sosial.

Namun banyak pula yang secara langsung meminta untuk keperluan pribadi buat sehari-hari dan menghadapi Lebaran. Peminta-minta itu terkadang atau di antaranya melibatkan anak-anak kecil, baik dengan cara digendong maupun dituntun guna membuat iba hati orang lain. antara/abi/Republika/Sabtu, 6 Oktober 2007)


Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed