PENYESATAN ADALAH KEJAHATAN

Wasathiyah ditutur… Dari liang mulut itu pula penyesatan menyembur. Wasathiyah pret!
Sejauh mata kebencian memandang, yang tampak hanya kesesatan.
Korban utama penyesatan adalah pelakunya.
Penyesatan adalah modus manusia pandir mempertahankan hegemoni dan dominasi dengan bungkus selendang, jubah dan verbalisme.
Menyesatkan keyakinan dan kelompok lain adalah indikator ketakberdayaan menampilkan pesona keyakinan sendiri.
Upaya diskriminasi dengan aneka manipulasi dan provokasi terhadap kelompok yang sangat-sangat kecil adalah bukti melemahnya hegemoni bercawat keyakinan.
Memilih keyakinan berbeda di mata “pemegang tunggal saham kebenaran” berarti upaya menyadarkan umat tentang pentingnya kemerdekaan intelektual.
Penyesatan, intimidasi dan diskriminasi terhadap Syiah tidak sebanding 1% pun dengan jumlah penganutnya. Menggelikan.
Kelompok yang hanya 1 juta ini terlalu “besar” untuk dijadikan alasan memasukkan unsur-unsur intoleran dan ekstremis dalam ormas-ormas dan lembaga-lembaga agama.
Mengusili kelompok kecil dengan mengatasnamakan kelompok buessaar secara tersirat justru merendahkan martabat dan mengecilkan kebesarannya
Yang jumawa dengan kebesaran kelompok mestinya tidak mengkerdilkan kelompoknya dengan mengadili in absentia kelompok imut-imut dalam muktamar nasional.
Menampik tawaran posisi penting padahal mampu bisa diartikan memberi kesempatan kepada orang yang tidak mampu dan oportunis untuk mengambilnya.
Bila ingin orang penasaran lalu mengagumi keyakinanmu bahkan menirumu suaplah produsen fatwa untuk menyesatkan keyakinanmu.
Bila ingin melihat contoh marketing payah, perhatikan agamawan-agamawan yang berusaha menjual keyakinan sendiri dengan cara menyesatkan keyakinan lain.
Intoleran bicara toleransi… Komedian..
Anti perbedaan bicara inklusivitas… Ngigau…
Penyesat bicara soal sikap moderat… Cuci muka!
Penganjur intoleransi dan penyesatan memikul dosa akibat derita diskriminasi setiap korban penyesatan bersama istri dan anak-anaknya.
Orang yang menganjurkan penyesatan memikul dosa akibat derita diskriminasi yang menimpa setiap korban penyesatan sekeluarga.
Penyesatan dan pengkafiran agamawan terhadap sebuah kelompok bisa diartikan sebagai legitimasi dan lisensi bagi aksi kekerasan dan penindasan.
Fanatisme, ekstremisme dan intoleransi adalah anak haram yang lahir dari rahim kebodohan usai berselingkuh dengan kesombongan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed