Perempuan dan KPK

Bila Anda pejabat, jangan gampang merespon kerlingan mata perempuan apalagi yang hot! Seorang perempuan ikut tertangkap ketika KPK menggerebek Al Amin Nasution di Hotel Ritz Carlton. Identitas dan maksud wanita bersama Amin tersebut masih misterius.


Namun, apa yang terjadi jika perempuan tersebut adalah bagian dari suap? Apakah perempuan bisa jadi objek gratifikasi?


“Gratifikasi itu bisa saja uang atau barang,” kata kata pengamat hukum dari UGM Denny Indrayana saat dihubungi detikcom, Rabu (9/4/2008).


Perempuan yang ditangkap bersama Amin disebut-sebut berprofesi sebagai PSK. Denny mengatakan, PSK telah menggadaikan harkat kemanusiaannya.


Bisa tidaknya perempuan dijadikan objek gratifikasi, menurut Denny, akan menimbulkan perdebatan. Namun, satu hal yang pasti, penyuapan oleh perempuan menunjukkan rendahnya moralitas penerima gratifikasi.


“Pastinya itu menunjukkan rendahnya moralitas,” terangnya.


Dalam UU Tipikor memang tidak diatur soal gratifikasi berbentuk manusia. Gratifikasi bisa berbentuk uang atau benda.


Akan tetapi juga tidak diatur penjelasan soal benda. Denny mengatakan, benda yang dimaksud bisa benda mati atau benda hidup.


“Bisa saja ada orang kasih ikan arwana yang harganya ratusan juta rupiah. Itu juga termasuk gratifikasi,” terangnya. (detik)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

  1. Kalau begitu, perempuan itu dan uang yg 71 jt itu termasuk barang bukti donk….waduh disita deh …tapi diamankan dimana ..?
    btw…bravo KPK

  2. sepertinya wanita dalam kasus suap lagi ngetrend, pertanyaannya kenapa mesti ada wanita terlibat? mungkin bapak2 yg menerima suap dalam bentuk uang belum cukup, jadi harus “disuapin nutrisi” oleh wanita. ha…ha…ha inikan sudah menjadi gaya hidup kaum birokrat plesir and perempuan.

News Feed