Perempuan Dilarang Berlipstik Menor dan Bersepatu ‘Kletok’

Pemerintah Kota Baru, ibu kota negara bagian Kelantan, melarang perempuan Muslim menggunakan lipstik berwarna terang dan sepatu hak tinggi yang ribut ke tempat kerja. Alasannya agar mereka lebih bermartabat dan terhindar dari perkosaan.

Menurut kantor berita Bernama, Selasa (24/6), perempuan di Kota Baru yang bekerja restoran dan bisnis serupa dilarang menggunakan dandanan menor, termasuk lipstik cerah dan sepatu yang haknya menimbulkan suara berisik. Kalau mereka memaksa mengenakan sepatu macam itu, ujung haknya harus dilapisi karet.

Dalam selebaran yang dibagikan ke kantor-kantor, pemerintah kota mengatakan pelarangan itu ditujukan untuk melindungi martabat dan moral perempuan.

Para pejabat dewan kota belum bisa dihubungi untuk mendapatkan komentar soal larangan itu. Namun seorang pejabat yang menolak disebutkan namanya mengaku mendengar larangan itu, tetapi tidak tahu sudah berlaku atau belum. “Saya belum tahu secara jelas. Saya sendiri pakai lipstik,” kata perempuan itu.

Partai Islam seMalaysia yang menguasai Kota Baru sebelumnya juga mengeluarkan petunjuk perilaku untuk warga perempuan. Di antaranya, mewajibkan perempuan mengenakan kerudung tidak transparan, baju lengan panjang dan kaus kaki. Mereka yang melanggar dikenai denda 500 ringgit atau sekitar Rp 1,4 juta. (kompas, Selasa, 24 Juni 2008 | 11:54 WIB

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 comments

  1. perempuan harus diberi petunjuk/arahan bagaimana berperilaku? step back banget…. lagi-lagi perempuan menjadi obyek yang disubordinatkan…. bagaimana dengan laki-laki? apakah ada petunjuk berperilaku serupa? Mudah ditebak, pasti tidak ada kan?

    Itulah, kalo kehidupan bermasyarakat harus (dikondisikan) mengacu pada pemahaman yang cenderung patriakhal dan misoginis….

    ML: Santai azaa. its just news.. Menurut saya, laki-laki maupun perempuan harus mengikuti aturan sayriat dan moral.

  2. heuheuheu… maap-maap, emosi soale….
    ah perempuan…. bukankah ia sumber kehidupan? namun demikian, tak sedikit darinya yang berada di persimpangan jalan… mencoba menguak tabir kehidupan… perempuan adalah anggur dalam cawan

    oops… maksa deh :mrgreen:

    by the way, meskipun news, hanya saja kenapa tidak dicari oposite-nya ya. Biar news-nya balans gitu. atau kru redaksi Kompas yang malas mencari???

    ML: Silakan mengintip kategori “perempuan” dalam blog ini

  3. saya perempuan,
    tapi saya malah suka ada aturan begitu, biar perempuan lebih ngeh akan ke”perempuan”an mereka (hihihihihi binun bahasanya).

    bis, kalo g di jaga, perempuan jaman skrng suka salah mode, lupa bahwa dirinya perempuan, yang jadi pusat perhatian mata-mata para pria, iya kalo para pemilik matanya baik-baik, kalo pemilik matanya jail, hayooo???
    bukan hanya masalah hukum islamnya atau g? tapi kan aturan itu juga demi menjaga diri si perempuan itu sendiri.
    maaf, tapi pemerkosaan n pelecehan juga pasti timbul karena ada “pandangan” yang “menggiurkan”.

    peace,
    amalia

  4. Saudara-saudari, tebukti dan sebuah fakta yang secara tidak langsung di ungkap oleh pemerintah Malaysia bahwa di Malaysia sana banyak wanita yang tidak bermartabat dan Prianya suka memperkosa. Waspadalah…waspadalah jangan ke malaysia dengan dandanan menor atau berpakaian seksi karena anda akan menjadi incara pria pemerkosa yang berhabitat di Malaysia. Sok ngalim tapi hobinya memperkosa. Capruuuutttt tuh

News Feed