PKB, Perusahaan Keluarga?

Pengamat politik Fachry Aly menilai gonjang-ganjing di tubuh PKB baru akan selesai setelah Yenny Wahid menjabat sebagai Ketua Umum PKB. Pasalnya Gus Dur lebih percaya putrinya, Yenny, ketimbang keponakannya, Muhaimin.

“Gus Dur lebih percaya kepada putrinya,” kata Fachry Aly dalam diskusi di Pressroom DPR, Jakarta, Jumat (4/4/2008).

Fachry mengatakan, PKB adalah perusahaan keluarga. Makanya banyak orang dari keluarga seperti keponakan dan anak seperti Yenny wahid yang tampil.

“Dia (Yenny) memang diproyeksikan jadi figur pemimpin masa depan di tingkat nasional dan satu-satunya kendaraan buat Yenny adalah PKB. Nah, gonjang-ganjing di PKB baru selesai kalau Yenny sudah duduk di pucuk pimpinan PKB,” jelasnya.

Menurut Fachry selama Gus Dur masih ada, tidak ada upaya yang dapat menyingkirkan Gus Dur dari PKB. “Tanpa Gus Dur PKB akan mati, terlebih dalam konteks NU, Gus Dur adalah orang yang tak terkalahkan,” katanya.

Kata Fachry, problem PKB adalah problem Gus Dur. Dengan kata lain, bisa dikatakan Gus Dur itu problem. Kalau ada kadernya yang mau independen, berarti harus di luar Gus Dur, tidak masuk PKB. (okezone)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. kan dari singkatannya sj sudah jelas Perusahaan Keluarga Besar, cuma umat nu aja yang menyangka PKB itu partai jadi kalau gus dur say yang slah yang ikut ke PKB dalam mengartikan singkatan

  2. Saya Heran, Gumun, sama orang NU kebanyakan (berarti ada yang ga lho), yang ngangep Gus Dur Itu Wali, Bapak Bangsa, Bapak Demokrasi, lho kelakuane kayak gitu kok ya

News Feed