PKS Ambil Hikmah Panti Pijat?

Kasus yang menimpa seorang anggota DPRD dari PKS di Jambi, adalah peristiwa yang biasa dan tidak perlu menjadi bahan untuk memburukkan citra PKS. PKS hanya berada pada posisi yang tersakiti saat ini dan terkesan dipojokkan secara berlebihan.

Boleh jadi masyarakat justru akan bersimpati terhadap pembusukan PKS dan PKS akan mengambil hikmah dari peristiwa ini. Bagaimanapun masyarakat akan memberi penilaian secara fair terhadap semua partai dan memilih salah satu yang paling mereka percaya. Setidaknya yang terbaik di antara yang semua yang kurang baik.

Kasus panti pijat, order perempuan, perjudian, korupsi, tertangkap basah atau tertangkap kamera, adalah keseharian anggota dewan dari hampir semua parpol, tidak peduli parpol nasionalis atau parpol berasas agama. Kita tidak lupa dengan kasus pelecehan seksual yang terekam langsung via kamera maupun penyadapan telepon yang melibatkan parpol besar/kecil nasionalis maupun agamis bahkan di tingkat anggota DPR RI.

Kasus yang membelit ini hanyalah sebuah penyimpangan personal di PKS yang pasti akan dihukum dalam sistem mereka, sementara yang lain hal seperti itu sah sah saja, yang pijat plus apalagi kalau hanya sekadar pijat kesehatan.

Memandang PKS sebagai kumpulan manusia putih adalah paradoks yang berkembang di publik. Padahal PKS layaknya organisasi parpol yang menghimpun orang-orang biasa yang dibangun dalam kebersamaan dan visi, pastilah akan ada penyimpangan atau kebocoran secara kasuistik. PKS secara sistemik tetap membangun nilai-nilai universal yang positif dan punya visi kebangsaan. Orang-orangnya datang dan pergi, tetapi sistem nilai dan cita kebangsaannya akan konsisten.

Sangat tidak adil menghukum PKS dengan satu atau dua kasus dengan melebih-lebihkan berita sektoral seperti ini. Sementara publik sudah sangat sadar dan punya rekam jejak terhadap kasus-kasus yang melibatkan anggota legislatif dan fungsionaris partai selama ini, dari daerah hingga nasional. Publik paham dan mengetahui statistik pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi di partai A, B atau C, dan biarkan mereka memberikan funishment atau reward melalui pemilihan umum mendatang.(inilah.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 comments

  1. Kita sering terjebak dlm ruang pemikiran yg sempit,pencitraan PKS bukanlah suatu jaminan bahwa tidak akan terjadi perilaku sosial yg menyimpang.penyimpangan2 sosial semacam itu bsa terjadi di dalam partai apapun,dan saya rasa setan tidak pernah pilih2 dlm urusan menggoda manusia. Kita tidak perlu kaget,shock,apalagi sampe pingsan.ini berita politis bahkan dipolitisasi.(ntar lg kan pemilu) kemarin ada oknum kiyai yg memperkosa santrinya hanya sekali saja muncul di layar tv,itu pun di kemas dlm berita kriminal.tpi bsa saja berita itu menjdi heboh kalo kiyai itu ketua partai….
    Kalau tidak di ambil hikmahnya ya ambil saja nikmatnya..he he

  2. betul ,
    pertanyaannya knp org memberi penekanan yg lebih pada PKS ?
    karena cinta…
    karena espektasi …
    atau krn yg lain…

  3. Setelah booming kader PKS yang berbisnis Pulsa, Air Isi Ulang dan Wartel sekarang setelah kejadian di Jambi, bisa jadi kader PKS akan melirik bisnis Panti Pijat dan tentu saja semua dengan label sama PKS (PIJAT KADER SEJAHTERA)

  4. JANGAN SALAH SANGKA….PANTI PIJAT YANG DIDATANGI ADALAH PANTI PIJAT YANG LEGAL MENURUT ARGUMENTASI PIHAK “PELANGGAN”. MUGKIN SAJA SEDANG MELAKUKAN SURVEY UNTUK MEMBUAT \
    “PANTI PIJAT SYARIAH”….SEMOGA SEGERA TERWUJUD

News Feed