PKS Jadi Partai Sekuler?

Menjelang Pemilu 2009, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai berhasil menarik kelompok-kelompok yang beraliran non-Islam. Dengan demikian, di masa mendatang diprediksi profil PKS akan bergeser menjadi lebih sekuler.

“Dulu PKS dicap sebagai partai politik yang seratus persen bernuansa Islam, namun sekarang terbukti pluralitas sehingga di tubuh PKS mengalami peningkatan pesat. PKS masa kini aktif menggalang koalisi dengan partai-partai non-Islam. Hal ini sekaligus menunjukkan semakin piawainya strategi politik PKS,” kata pengamat politik Indro Cahyono kepada okezone, Rabu (30/4/2008).

Dia menambahkan, Partai yang bermarkas di Mampang Prapatan Jakarta ini sejak awal mengukuhkan dirinya sebagai partai dakwah. Hal itu tercantum dalam visi umum PKS, yakni sebagai partai dakwah penegak keadilan dan kesejahteraan dalam bingkat persatuan umat dan bangsa.

“PKS rupanya sadar bahwa dia harus lebih luwes bergerak menyentuh dan mengambil hati semua kalangan, tidak hanya kelompok Islam saja.,” paparnya.

Pluralistis adalah kata kuncinya. Secara perlahan tapi pasti, PKS mulai merubah citranya menjadi partai yang lebih plural. Hal ini mutlak diperlukan demi kesuksesan PKS. Terlebih di Indonesia yang notabene merupakan negara dengan tingkat pluralitas tinggi.

PKS, lanjutnya, mungkin saja memperoleh peningkatan suara yang signifikan dalam Pemilu 2009 nanti. Tetapi, ujar Indro, peningkatan suara tersebut justru akan datang dari kelompok non-Islam dan bukan kelompok Islam.

“Intinya sekarang PKS menonjol bukan karena dia partai Islam, tapi karena daya tariknya meningkat bagi kalangan non-Islam,” tegas pengamat dari UI ini.(okezone)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

22 comments

  1. Inilah politik, akan selalu ada aliansi strategis dan langkah-langkah taktis yang harus dipertimbangkan… benar kata trixi, jika PKS mampu merangkul mazhab lainnya, akan teruji pluralitasnya, tapi belum tentu mazhab itu strategis boss!!!

  2. Jangan berharap PKS bisa “mau” merangkul mahzab lain, karena akhir zaman akan maju lebih awal, kalo PKS “mau” merangkul mahzab lain

  3. yang terpenting adalah :
    1. partai berjuang untuk kepentingan rakyat bukan kantong sendiri,alias tidak korupsi
    2. adil,tidak diskriminatif terhadap suku atau agama
    3. tidak mengatas namakan agama demi kepentingnan kelompok
    4. sadar akan kebenaran dan tidak menutupi kebenaran karena TUHAN MELIHAT SIAPA YANG JAHAT,SIAPA YANG HATINYA DENGKI, TAK ADA YANG BISA MENGHENTIKAN MURKA TUHAN…PEMILU BOLEH MENANG TAPI TSUNAMI,GEMPA,LONGSOR,LUMPUR SIDOARJO TAK MAMPU DIATASI DAN DISELESEIKAN DGN UANG KARENA TUHAN TIDAK BISA DISOGOK..KARENA SURGA ADALAH KARUNIA DARI TUHAN BUKAN KARENA MANUSIA BERAMAL ATAU HAJI 11X BISA MASUK SURGA KARENA SURGA TIDAK BISA DIBELI.

  4. kayaknya PKS itu hanya di jadikan kata kunci untuk menjebak masyarakat islam yg fundamental sehingga mereka kehilangan arah dan mulai terjadi distorsi pemikiran sehingga islam itu tak dapat menyatukan umatnya sendiri……
    so PKS dah kehilangan arah…………????

  5. Partai lagi, partai lagi ……. apa yg dikerjakan oleh mereka? realitas dimasyarakat menunjukkan keterpurukan sosial dan ekonomi yg semakin memprihatinkan ……. jangan berbicara keadilan kalau konsep kebenaran tidak dimiliki dan dipahami…… ujung-ujung yang merasakan kenikmatan finansial yach orang-orang partai yg memiliki jabatan. (mudaha-mudahan analisa saya salah bung!) he .. he.. he

  6. saya setuju kalau pks bisa merangkul yang dari bukan muslim, akan tetapi mereka tidak boleh berperan aktif di tubuh partai (mulai dari tingkat terendah) masalahnya kita partai dakwah.

  7. Semakin banyak orang2 liberal yang senang memakai istilah Pluralitas, seakan2 orang islam (contoh PKS) sangat anti dengan Pluralitas dan sekarang PKS seakan2 harus mengakui Pluralitas. Mohon jangan diperhatikan baikw apa yang dimaksud oleh MUI tentang haramnya Pluraritas, yaitu maksudnya mempluralitaskan Kaidah, Syariat dan Aqidah Agama Islam dengan agama lainnya sebagaimana saat ini sedang digalak galakkan oleh misionaris JIL, Musdah cs_Asia Foundation, dan Wahid Institute. Mohon diCatat bahwa dalam berkehidupan bernegara dan bermasyarakat antar suku, agama, ras dll, MUI tidak pernah sama sekali melarangnya, malah pluralitas seperti ini diwajibkan dalam Islam. Ya menurut hemat saya, sah sah saja PKS untuk koalisi dgn partai lain non religius, yang penting misi PKS harus tetap terarah yaitu partai yang berdakwah. Cuman masalahnya kenapa yg diajak berkoalisi harus PDIP atau Golkar yang notabene partai (maaf) yang selalu diberitakan selalu negatif.

  8. Jujur ya tadinya saya simpati berat ama PKS, partai idaman lah. Namun sekarang, setelah jadi terbuka… maaf aja ya. Selamat tinggal deh, mending bersemedi lagi di gunung. Napa sih kalau tetep jadi partai Islam? Takut ga laku ya, kasihan. ya udahlah. Semoga pada jadi Aleg ya. dadaah.!!!

  9. pks mempunyai mimpi, pks mempunyai cita-cita.Cobalah untuk memahami, bahwa perjuangan itu tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, butuh waktu yang panjang jika kita ingin berhasil.

  10. demokrasi yang di usung partai sekuler sesungguhya itu suatu keharaman, tinggalkan sistem demokrasi terapkan islam secara kaffah. jangan halalkan cara untuk mencapai tujuan

  11. Diakui atau tidak, disadari atau tidak disadari, PKS punya kontribusi dalam mewarnai dunia perpolitikan negeri ini kendati pun masih jauh dari harapan. Dan bisa dibilang PKS yang paling diharapan bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah di parlemen. Seiring perjalanannya yang berliku dan terjal PKS dihadapkan pada banyak tantangan dan rintangan, wallahu’alam kita lihat saja nanti apakah rekan2 PKS mampu menunjukkan kepiawaian berpolitiknya.
    Mendingan kita fastabikul khoirot aja, biarkan PKS sibuk dengan PKSnya, Kita juga harus sibuk dengan manhaj kita. Biar Alloh SWT & para malaikatnya yang menjadi saksi bukti amal kita. InsyaAlloh atas izinNya Ummat ini akan meraih kemuliaan terlebih kalau kita mau bergerak secara simultan tanpa mencari2 kejelekkan saudara sendiri…

  12. PKS tidak akan menjadi partai sekuler, ia akan tetap menjadi partai dakwah. Bukan berarti dengan mendekati massa non-Muslim, PKS akan menjadi sekuler. Justru sebaliknya, hal itu akan membuat militansi PKS semakin solid dan ciri keislaman PKS akan menjadi lebih kuat, karena Islam menekankan toleransi dan keterbukaan. Sudah bukan jamannya lagi partai Islam mengeksklusifkan diri, saatnya partai Islam membuka diri dengan tetap mempertahankan ciri keislamannya.

  13. Siapapun tahu, ada pembeda yang jelas antara berdakwah dan berpolitik.
    kalau memang porsinya haus kekuasaan, jangan memberi label dakwah.
    Orang dakwah itu ikhlas, TIDAK ADA KATA-KATA: SAYA MAU BERTEMAN/ GABUNG DENGAN KAMU ASALKAN KAMU TIDAK BERTEMAN DENGAN DIA..
    (tidak mau koalisi dengan Demokrat kalo Demokrat Koalisi dengan Golkar) itu hanya satu contoh saja.
    Hati-hati dengan bungkus/label.

  14. HE..HE…OH Ala…PKS-PKS kalian munafik2.ojo dumeh mas sembiring..mas wahid…ojo lali loh mas..

  15. berimbang saja.saya kira itu bgian strtgi politik utk mndpt simpti yg lbih luas arah prjuangan smga ttp utk kbaikan umat

  16. saya kira itu bgian strtgi politik utk mndpt simpti yg lbih luas.arah prjuangan smga ttp utk kbaikan umat yg dlakukan anggta legislatipnya

  17. Hampir dua dekade yang lalu, Ayman al-Zawahiri dari Mesir menulis sebuah katarsis batinnya yang mempertanyakan keputusan Ikhwan yang dalam kiprah politik elektoral. Al-Zawarihi sendiri kemudian hari meninggalkan Ikhwan.

    “Barangsiapa melabel dirinya sebagai seorang Muslim demokrat, atau seorang muslim yang menuntut demokrasi, sama seperti mengatakan ia adalah seorang Yahudi Kristen Islam atau Muslim,” tulisnya.

News Feed