Pledoi (Mengenang Kesyahidan Abu Turab)

 

kesyahidan-abu-turab-21-ramadhan.jpg

Demi Tuhan awan dan halilintar

jubahku dipakai gelandangan

puisiku dibaca orang-orang gila

rumahku dijarah penyamun sahara

tamanku dirusak kawanan srigala

 

Siapa rajawali, siapa kurcaci?

Siapa ksatria, siapa pecundang?

Mana samudra, mana gelembung buih?

Mana lelangit, mana lubang ular?

 

 

Perih, debu di mata

Nyeri, duri di rongga

Sesak, batu di dada

pangeran tak bermahkota

sebatang kara

 

Mestikah kutabuh genderang perang?

niscaya iringan keranda bersambung

Mestikah kuterjang?

maka jerik penari istana melambung

Mestikah kutari-tarikan pedang?

dan menara masjid runtuh

 

aku hela napas

aku tengadahkan paras

aku labuhkan marah

aku patahkan pedang sebilah

aku serahkan kepada sejarah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed