PLONGA PLONGO

Ia adalah kata yang berasal dari bahasa Jawa. Secara primer, dalam tradisi komunikasi Jawa, kata yang berulang berkonotasi negatif.
Makna visualnya adalah mulut ternganga dengan mata terbelalak, yang merupakan ekspresi spontan saat melihat sebuah fenomana sebagai akibat kekaguman karena sadar tak mampu memahami itu atau ketakberdayaan meresponnya. Ia bisa diartikan tercengang juga bengong. Secara etimologis, sikap dan ekspresi ini identik posisi inferior di hadapan objek yang berada dalam posisi superior.
Pecundang menganggap kesuksesannya sebagai kegagalan orang lain.
Orang dengki menganggap kegagalannya sebagai kesuksesan orang lain.
Orang tak berprestasi dan tak sadar diri mengganti prestasinya dengan menihilkan prestasi orang lain.
[ads1]

 
Menihilkan prestasi orang lain dengan bullying adalah ekstremisme verbal. Itulah terorisme kata. Itulah manipulasi diksi. Itulah hoax.
Miskin prestasi? Merasa tak berguna? Jangan bilang orang berprestasi plonga plongo tapi jadikan itu prestasi dirimu.
Apapun keyakinan anda, apapun afiliasi politik anda, mari saling menghargai.
Orang mulia dan berjiwa seluas senayan menganggap prestasi orang lain, meski bukan sekutunya, sebagai prestasi dirinya. Prestasi seseorang adalah prestasi bagi semua orang, prestasi bangsa Indonesia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed