Polisi Jangan Diskriminatif, Tangkap Juga Massa AKKBB

Polisi dinilai diskriminatif dalam mengusut bentrokan di Monas. Front Pembela Islam (FPI) selama ini menjadi “bulan-bulanan” polisi. Polisi juga harus menangkap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) karena memprovokasi dan membawa senjata api.

“Saya minta betul kepada Polri agar tidak diskriminatif. Tangkap juga massa AKkBB karena mereka juga bersalah,” kata Wakil Ketua Umum PBB Hamdan Zoelva, pada detikcom, Jumat (6/6/2008).

Hamdan menyatakan, ada 3 tindak pidana yang dilakukan massa AKKBB. Pertama, yakni ada anggota AKKBB yang terlihat membawa senjata api. “Itu terlihat jelas sekali di video. Tak sulitlah jika polisi ingin mencarinya,” ujar Hamdan.

Kedua, massa AKKBB jelas-jelas memprovokasi massa FPI dengan melakukan aksi peringatan Hari Kelahiran Pancasila dengan membawa isu penolakan SKB Ahmadiyah. Provokasi yang dilakukan massa AKKBB terlihat dengan adanya aksi yang mereka lakukan saat polemik Ahmadiyah tengah memanas.

Ketiga, terlihat jelas massa AKKBB sengaja memancing keributan. Mereka mengubah jalur unjuk rasa dengan mendekati massa FPI yang tengah berunjuk rasa di kawasan Monas. “Sudah tahu ada massa FPI kenapa dibelokkan ke situ. Ini apa artinya..,” ujar Hamdan.

“Demo AKKBB pasti ada yang memimpinnya. Tangkap saja pemimpinnya,” kata Hamdan.

Hamdan mengaku kesal dengan cara penanganan kasus ini oleh polisi. Sebab polisi hanya mengikuti opini media. “Ini bisa bias. Sangat kelihatan menjadi tidak fair, nampak sekali diskriminatifnya,” ujar Hamdan.

“Apa yang disuarakan luas oleh media, itulah positioning polisi. Ini sama sekali tidak adil,” tutur Hamdan. (detikcom, 06/06/2008 15:59 WIB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Sejak meletusnya “peperangan” antara massa FPI dan KKBB di Monas tanggal 1 Juni lalu, nyaris semua millis membicarakan dan memperdebatkan itu. Dan bagi saya sangat, amat sangat muak ngikutinya, koq kasus sekecil itu diperdebatkan, bahkan mengalahkan isue penolakan kenaikan harga BBM… read more at: http://anas-nkh.blogspirit.com

  2. Sama! saya juga muak banget ama berita ini, kok cuma “akan” aja seh? “akan” ditangkap, “akan” dibubarkan, dan berbagai “akan” yang lain. Bosen and muak jadinya. Jangan “akan” lagi deh, bubarkan saja sudah gerombolan badman tuh! Modal jenggot aja pingin jadi kambing gunung yang bebas sruduk sana-sini. Sby-Jk, tolong sisihkan dana BLT untuk gerombolan itu, biar bisa beli pisau cukur untuk cukurin jenggot mereka!

  3. absoen geblek! lu emang guoblok! ini nech masalah penistaan/pelecehan agama tau? leo tau gak kalo islamitu syahadatnya gmana n ahmadiyah gmana? tau gak loe kitab sucinya apa? gua yakin kalo fpi gak keberatan andai ahmadiyah bikin agama gak bawa2 nama islam, bikin aja agama gethoek ahmadiyah atau absoen ahmadiyah asal jgn islam ahmadiyah…. pasti fpi tenang2 aja! FPI gak perlu dana BLT! yg perlu itu kamu yg nolak BBM naik. Wong di europa yg lebih pinter dr kamu aja negaranya ngikutin naik. Emang elo ada jln keluar selain naik BBM?

News Feed