PREVIEW KAJIAN LOGIKA PANDANGAN DUNIA (Bagian 2)

Keberagamaan Prematur

Banyak orang merasa menganut sebuah agama karena meykini ajaran-ajaran di dalamnya sebagai tunggal benar. Padahal faktanya:
1. Sebagian besar ajaran dalam semua agama adalah nilai-nilai etika berupa anjuran dan larangan moral yang diterima oleh semua manusia kecuali bagian-bagian kecil tentang ritus dan hukum-hukum tertentu.
2. Sebagian besar atau semua yang beragama menganut agamanya masing-masing tanpa dasar komparasi terhadap setiap ajaran dalam semua agama, namun karena ketelanjuran dan faktor-faktor determinan atau karena “mantap” dengan agama yang sekonyong-konyong dianutnya dan ajaran-ajarannya dijalaninya.
3. Sebagian besar atau semua yang beragama mengklaim agamanya sebagai satu-satunya ajaran Tuhan namun tak memahami makna dan status ontologis Tuhan, karena terlanjur menelan doktrin larangan “memikirkan”Nya seolah memikirkan makna wujudNya adalah membayangkan zat personalNya.

Kesimpulannya,
1. Agama adalah konsep tentang ajaran-ajaran Tuhan yang mestinya diyakini a) karena prinsi-prinsip logis yang diniscayakan oleh kebertuhan; b) untuk diamalkan sebagai ekspresi keimanan dan kepatuhan kepada sesuatu yang diyakininya sebagai Tuhan secara eksistensial.
2. Karena produk kebertuhanan, maka agama dianut untuk diamalkan.tanpa perlu menyelidiki kebenarannya dengan mengargumentasikan setiap ajaran di dalamnya dan tanpa memperdebatkannya atau melarang orang lain mengamalkan agama pilihannya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed